Breaking News:

Update Corona di Aceh

Pasien Covid-19 Sembuh Mencapai 387 Orang, 26 Orang Meninggal Dunia

Sedangkan 26 orang meninggal dunia bukan kasus baru, melainkan kasus-kasus lama yang baru dilaporkan dalam sistem pencatatan kematian Covid-19 di Aceh

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
FOTO IST
Saifullah Abdulgani,Jubir Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh. 

Sedangkan 26 orang meninggal dunia bukan kasus baru, melainkan kasus-kasus lama yang baru dilaporkan dalam sistem pencatatan kematian Covid-19 di Aceh.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir, mencapai 387 orang.

Kasus baru harian sebanyak 327 orang dan 6.668 pasien dalam perawatan.

Sedangkan 26 orang meninggal dunia bukan kasus baru, melainkan kasus-kasus lama yang baru dilaporkan dalam sistem pencatatan kematian Covid-19 di Aceh.

“Kasus-kasus meninggal dunia yang dilaporkan terjadi sejak awal bulan ini,” tegas Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa di Banda Aceh, Selasa (31/8/2021).

Ia mengatakan, waktu meninggal dunia 26 orang sejak pertengahan Agustus 2021.

Warga Tamiang sebanyak sembilan orang yang meninggal dunia pada tanggal 16 – 30 Agustus 2021.

Warga Banda Aceh sebanyak lima orang meninggal pada 18 – 22 Agustus 2021.

Baca juga: Komisi V DPRA Sorot Penanganan Kasus Covid-19 di Aceh

Kemudian, warga Aceh Besar sebanyak empat orang meninggal pada tanggal 21 dan 30 Agustus 2021.

Kemudian, warga Aceh Barat sebanyak tiga orang yang meninggal dunia pada 23 – 26 Agustus 2021, warga Aceh Utara sebanyak dua orang meninggal pada 27 dan 28 Agustus 2021.

Warga Bireuen juga sebanyak dua orang yang meninggal dunia pada 18 – 19 Agustus 2021 dan warga Langsa sebanyak satu orang yang meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 2021, urainya.

Kemudian, Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu mengimbau semua fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 dapat melaporkan setiap kejadian kesakitan, kesembuhan, dan kasus-kasus meninggal dunia, pada kesempatan pertama.

Supaya analisis epidemiologi Pandemi Covid-19 di Aceh tetap terjaga tingkat akurasinya.

“Faktor orang, tempat, dan waktu, merupakan variabel utama dalam analisis epidemiologis, baik bagi kebutuhan akademis maupun untuk kebutuhan memformulasikan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat,” tutur Jubir SAG. (*)

Baca juga: Innalillah! Pasien Covid-19 di Langsa Meninggal Bertambah 2 Lagi, Total Sudah Capai 83 Orang 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved