Breaking News:

Berita Pidie

Irigasi Tangkueng Sakti Masih Rusak, Petani Dihadapkan tak Bisa Tanam Padi 3.000 Hektare

"Petani sedih jika tidak bisa menanam padi kedepan pada musim tanam rendengan November 2021. Sebab musim tanam gadu petani telah gagal menanam padi,"

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Camat Mutiara, Amir Hamzah, meninjau kerusakan irigasi Tangkueng Sakti, Pidie, Kamis (2/9/2021). 

"Petani sedih jika tidak bisa menanam padi kedepan pada musim tanam rendengan November 2021. Sebab musim tanam gadu petani telah gagal menanam padi," jelasnya.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM- SIGLI - Irigasi sekunder di Gampong Tangkuen, Kecamatan Sakti, Pidie, Kamis (2/8/2021) masih rusak. 

Kerusakan irigasi itu menyebabkan areal persawahan yang menyebar di Kecamatan Sakti, Mutiara, Simpang Tiga dan Kembang Tanjong tidak bisa digarap.

Luas areal persawahan yang tidak bisa ditanam padi mencapai 3.000 hektare. 

Kerusakan irigasi tersebut, akibat dihantam banjir yang terjadi satu tahun lalu.

"Warga sangat kecewa karena belum diperbaiki irigasi Tangkue di Kecamatan Sakti," kata Camat Amir Hamzah SSos MKes, kepada Serambinews.com, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, irigasi itu menyuplai air ke areal persawahan mulai Kecamatan Sakti, Mutiara, Simpang Tiga dan Kembang Tanjong. 

Baca juga: Bekali Bimtek Santri Tani Hingga Tinjau Saluran Irigasi yang Bermanfaat Untuk Petani di Pidie Jaya

Akibat kerusakan irigasi itu, menyebabkan petani tidak bisa menanam padi pada tanam gadu.

"Petani sedih jika tidak bisa menanam padi kedepan pada musim tanam rendengan November 2021. Sebab musim tanam gadu petani telah gagal menanam padi," jelasnya.

Keuchik Mee Teungeh, Kecamatan Mutiara, M Nasir, kepada Serambinews.com, Kamis (2/9/2021) menjelakan, petani yang mengandalkan air dari irigasi Tangkueng tidak bisa menanam padi pada musim tanam gadu.

"Kita gagal menanam padi pada musim tanam gadu," jelasnya.

Dikatakan, irigasi Tangkueng Sakti pernah direhab dua kali.

Terakhir direhab Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik pakai drum yang disambung.

Namun, drum itu harus dibongkar karena tersangkut sampah, meski sempat dialiri air.

Saat ini, kata M Nasir, air dari irigasi tersebut banyak terbuang dibandingkan digunakan untuk areal persawahan petani. 

Makanya, kata dia harus segera dibangun baru supaya petani bisa maksimal mengairi air. (*)

Baca juga: Tak Ada yang Melapor Kehilangan, Mayat yang Ditemukan di Irigasi Aceh Besar Akhirnya Dikebumikan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved