Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Kasus Penganiayaan Siswa di Pidie Jaya, Semua Pihak Menerima Keputusan Islah

Penganiayaan yang dilakukan siswa senior (kelas III) SMUN Pijay itu terjadi di asraman sekolah pada Sabtu (28/8/2021) malam.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Dok Cabdindik Aceh
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Aceh Wilayah Pidie dan Pijay Razali MPd (tengah) memberikan pengarahan kepada semua pihak atas keputusan ishlah atau damai dalam Kasus Penganiayaan Siswa di SMUN Unggul Pijay, Rabu (1/9/2021). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kepala Sekolah (Kepsek) SMUN Unggul Pidie Jaya (Pijay), Nurjannah MPd memastikan semua pihak baik keluarga korban maupun pelaku dalam peristiwa penganiayaan menerima putusan bersama dengan saling menghargai antara satu sama lainnya. 

"Keputusan hasil rapat dalam upaya Islah atau damai yang turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Aceh wilayah Pidie dan Pijay,  perwakilan orang tua dari siswa korban dan pelaku, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dari Dinas Sosial Pijay,  Majelis Pendidikan Daerah (MPD), serta MKKS,"sebut Nurjannah MPd kepada Serambinews.com,  Kamis (2/9/2021).

Dalam butir Keputusan ishlah bersama itu tertera, siswa kelas XII selaku pelaku dipulangkan kerumah masing-masing dan tidak dibenarkan sama sekali kembali ke asrama sekolah. Mereka, menjalani proses belajar secara online. 

Selain itu juga siswa pelaku terpaksa dititipkan pada sekolah setingkat non boarding atau sekolah biasa yang ditunjuk oleh pihak bersama.

Sementara siswa korban yaitu kelas XI, terhitung sejak Rabu (1/9/2021) dikembalikan ke asrama bagi yang merasa telah nyaman secara phiskologis untuk menjalani proses belajar mengajar (PBM) sebagaimana sediakalanya.

"Dalam hal mereka didampingi oleh pihak KPAI Dinsos guna proses pemulihan masa trauma," jelasnya.

Baca juga: VIDEO Masuk Zona Merah, Warga Pidie Berkeliling Kampung Membaca Doa Tolak Bala

Baca juga: Simak Kumpulan Contoh Soal TWK SKD CPNS 2021 Tentang Pengamalan Pancasila dan Nasionalisme

Baca juga: Satu Rumah Milik Janda di Juli Bireuen Ludes Terbakar

Ditambahkan juga khusus langkah ishlah bagi pihak kedua orang korban dan pelaku. "Tentunya dalam hal ini jadwal kesempatan ditentukan pada hari berikutnya,"bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya, kabar tidak sedap menerpa dunia pendidikan di Pidie Jaya (Pijay). Pasalnya, belasan siswa kelas III di Gampong Rungkom, Kecamatan Meureudu dilaporkan menganiaya 12 adik kelas II persis pada Sabtu (28/8/2021) dini hari 00.15 WIB.

Peristiwa miris ini secara perlahan-lahan sejak Senin (30/8/2021) mengalir ke permukaan publik di Pijay terutama bagi orang tua siswa korban yang menjadi sasaran kekerasan sehingga berita dari mulut-mulut terus menyebar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved