Breaking News:

Berita Banda Aceh

Hakim Tipikor Banda Aceh Tak Terima Dakwaan Penuntut Umum, 1 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi BBM Bebas

“Menerima eksepsi terdakwa/penasihat hukum terdakwa Suhelmi bin Hasbi. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima. Melepaskan

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang membawa dua tersangka dalam kasus korupsi penyalahgunaan anggaran belanja BBM dan pelumas pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019 untuk ditahan. 

“Menerima eksepsi terdakwa/penasihat hukum terdakwa Suhelmi bin Hasbi. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima. Melepaskan terdakwa Suhelmi dari semua dakwaan penuntut umum,” bunyi putusan sela.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh membebaskan Suhelmi, salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi BBM dan pelumas serta belanja pengganti suku cadang pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sabang tahun 2019.

Demikian isi putusan sela yang dibacakan hakim ketua, Muhammad Jamil SH didampingi dua hakim anggota, Hasanuddin SH MHum dan Elfama Zain SH dalam sidang terbuka di pengadilan setempat yang digelar pada Jumat (3/9/2021).

“Menerima eksepsi terdakwa/penasihat hukum terdakwa Suhelmi bin Hasbi. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima. Melepaskan terdakwa Suhelmi dari semua dakwaan penuntut umum,” bunyi putusan sela.

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan penuntut umum mengeluarkan terdakwa Suhelmi dari dalam tahanan segera setelah putusan ini diucapkan.

“Membebankan biaya perkara kepada negara,” demikian isi putusan yang dibacakan Muhammad Jamil.

Suhelmi dibebaskan setelah sebelumnya majelis hakim mempertimbangkan eksepsi yang diajukan terdakwa bersama pengacaranya, Ramli Husen SH dan Izwar Idris SH.

Baca juga: 4 Saksi Dihadirkan di Pengadilan Tipikor,  Kasus Korupsi Jalan Muarasitulen-Gelombang

Dalam perkara itu, Suhelmi merupakan manager SPBU Nomor 14.235409 tahun 2019.

Selain Suhelmi, satu terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara yang sama adalah Iskandar, mantan kepala Dishub Sabang.

Tapi eksepsi Iskandar tidak dikabulkan oleh majelis hakim dan persidangan akan dilanjutkan pada Jumat depan, dengan agenda pemeriksaan saksi.  

Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum Kejari Sabang mendakwa dua terdakwa kasus dugaan korupsi penyalahgunaan belanja BBM dan Pelumas serta belanja pengganti suku cadang pada Dishub Kota Sabang tahun 2019.

Yaitu Iskandar, mantan kepala Dishub Kota Sabang dan Suhelmi, manager SPBU Nomor 14.235409 tahun 2019. Total kerugian negara dari perkara itu mencapai Rp 577.295.631, dari anggaran sesuai dengan SPJ yang dicairkan sebesar Rp 1.567.456.331 dari DPPA Rp 1.656.190.846.(*) 

Baca juga: Profil Budhi Sarwono yang jadi Tersangka Korupsi, Sempat Viral karena Salah Sebut Nama Luhut



Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved