Selasa, 12 Mei 2026

Taliban Berkuasa

Pertumpahan Darah Masih Terjadi, Taliban Tunda Pembentukan Pemerintahan di Afghanistan

Taliban, yang menandatangani perjanjian damai dengan AS di Doha pada Februari tahun lalu untuk menarik semua pasukan asing dari Afghanistan, tidak mem

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
AFP/AAMIR QURESHI
Pejuang Taliban melakukan konvoi di sepanjang jalan kawasan Ibu Kota Kabul, Afghanistan, pada Kamis (2/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Taliban telah menunda pembentukan pemerintahan di Afghanistan sejak mereka menguasai 33 provinsi, termasuk ibu kota Kabul dan memaksa mantan Presiden Ashraf Ghani dan pejabat lainnya meninggalkan negara itu pada 15 Agustus.

Sebagian besar dari 33 ibu kota provinsi telah diambil alih oleh Taliban tanpa pertumpahan darah, tetapi bentrokan maut terus berlanjut di Panjshir, satu-satunya provinsi yang memerangi mereka, dipimpin oleh Ahmad Masoud -- putra komandan Mujahidin Ahmad Shah Masoud -- dan Bismillah Mohammadi, Menteri Pertahanan Pemerintah Ghani.

Pemimpin Taliban Sher Mohammad Stanikzai mengatakan kepada saluran berita asing pada Rabu bahwa pemerintah akan dibentuk dalam dua hari, demikian dilaporkan Anadolu Agency dari Kabul, Afhanistan Minggu (5/9/2021).

Taliban, yang menandatangani perjanjian damai dengan AS di Doha pada Februari tahun lalu untuk menarik semua pasukan asing dari Afghanistan, tidak memberikan komentar.

Saling Klaim Wilayah, Taliban dan Kelompok Oposisi Terlibat Pertempuran di Lembah Panjshir

Meskipun menandatangani Perjanjian Doha, para pejabat Taliban telah mengatakan secara eksplisit bahwa mereka bermaksud untuk mendirikan "Imarah Islam" di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi mereka, Mawlawi Hibbatullah Akhundzada.

Meskipun ada pengumuman yang jelas dari pihak Taliban, sebuah saluran berita lokal Afghanistan melaporkan, mengutip sumber, bahwa pemerintah baru akan memiliki dewan yang dipimpin oleh Mullah Abdul Ghani Baradar yang berusia 53 tahun.

Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban, akan bergabung dengan Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan Sher Mohammad Abbas Stanekzai -- kepala kantor politik Taliban di Qatar -- di pemerintahan baru, menurut Tolo News.

Usai Klaim Rebut Panjshir, Taliban Lepas Tembakan Rayakan Kemenangan, 17 Orang Tewas dan 41 Terluka

Seorang anggota pendiri gerakan Taliban pada 1990-an, Baradar telah menjabat sebagai gubernur provinsi dan wakil menteri pertahanan selama pemerintahan pertama Taliban di Afghanistan.

Dia ditangkap di kota pelabuhan Pakistan Karachi pada 2010 dan dibebaskan pada Oktober 2018 atas permintaan AS.

Akhundzada lahir pada tahun 1961 di distrik Panjwai provinsi Kandahar selatan, dengan latar belakang sebagai pemimpin agama yang mengawasi hukum perdata Islam dan hal terkait yurisprudensi sebagai kepala peradilan selama rezim Taliban berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001.

Dia berasal dari klan Nurzai yang kuat dari etnis Pashtun.

Dia mengambil alih kepemimpinan Taliban pada 2016 setelah pendahulunya Mullah Akhtar Mansour tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di provinsi Balochistan barat daya Pakistan.

Krisis ekonomi

Taliban menghadapi kesulitan keuangan karena aset negara di simpan di luar, sementara rakyat belum mendengar tentang rencana ekonomi Taliban.

Orang-orang berbondong-bondong ke beberapa bank bahkan sebelum cabang dibuka untuk menarik uang hingga 20.000 Afghan (USD200), batas mingguan yang ditetapkan oleh Bank Sentral negara itu setelah tetap ditutup selama lebih dari seminggu usai Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved