Breaking News:

Yuk Kenali Model Baru Dokumen Kependudukan yang Berlaku Saat Ini, Ada Kode QR, dicetak di Kertas HVS

QR Code yang disematkan pada model terbaru dokumen kependudukan yang dicetak di kertas HVS putih berfungsi untuk menunjukkan keabsahannya.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
INSTAGRAM/@indonesiabaik.id
Yuk kenali model baru dokumen kependudukan yang berlaku saat ini, ada Kode QR, dicetak di kertas HVS. 

SERAMBINEWS.COM - Sebagian masyarakat mungkin sudah melihat KK dan akta kelahiran yang saat ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) setempat dicetak menggunakan kerta putih biasa.

Selain itu, pada dua dokumen tersebut juga tak lagi dibubuhi tanda tangan dan cap dari lembaga sebagai bentuk legalisasi.

Sebagai gantinya, ada disematkan gambar unik berupa quick response code (QR Code).

Ciri-ciri yang demikian itu merupakan model terbaru dari KK dan akte kelahiran dalam format digital, sesuai aturan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019.

Aturan tersebut hadir menggantikan beberapa aturan lain seputar dokumen kependudukan, yaitu:

- Permendagri No. 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register Dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil

- Permendagri No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran

- Permendagri No. 57 Tahun 2015 tentang Spesifikasi Blangko Serta Formulasi Kalimat Dalam Register Akta Pengesahan Anak Dan Kutipan Akta Pengesahan Anak, dan

- Permendagri No. 19 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar Di Pos Pelayanan Terpadu.

Baca juga: KTP Elektronik Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya di Dinas Dukcapil, Gratis!

KK dan Akta Kelahiran model terbaru dalam format digital itu sebenarnya sudah diterapkan sejak diberlakukannya Permendagri Nomor 109 pada 2019.

Bukan hanya dua dokumen itu saja, format digital ini juga diterapkan pada dokumen lain yaitu Akta Kematian, Akta Perkawinan, Akta Pengakuan Anak dan Akta Pengesahan.

Ini merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Perubahan ke era digitalisasi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).

"Dulu kalau Kartu Keluarga hilang, warga harus buat lagi datang ke kantor Dinas Dukcapil. Akta kelahiran hilang harus antre lagi ke Dukcapil," Jelas Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulisnya pada Juli 2020 lalu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved