Jumat, 17 April 2026

Penyebab Soeharto Gagal Pikat Hati Rakyat Timor Leste Lewat Pembangunan Patung Kristus

Patung Yesus Kristus setinggi 89 kaki, dibangun Presiden Soeharto pada tahun 1996 sebagai hadiah bagi wilayah tersebut.

Editor: Amirullah
Google via Intisari
Fakta negara Timor Leste. 

SERAMBINEWS.COM - Padahal sudah habiskan milliaran rupiah, ini penyebabnya Presiden Soeharto tetap gagal memikat hati rakyat Timor Leste.

Pernah menjadi bagian dari Indonesia, Timor Leste akhirnya melepaskan diri melalui hasil referendum yang digelar pada 30 Agustus 1999.

Referendum yang diselenggarakan di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie tersebut menunjukkan hasil bahwa mayoritas rakyat Timor menginginkan kemerdekaan alih-alih berintegrasi dengan Indonesia.

Timor Leste pun secara resmi merdeka pada 20 Mei 2002.

Sejak saat itu, Timor Leste yang dahulu bernama Timor Timur bukan lagi bagian dari Indonesia.

Meski Timor Leste lepas di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie, wilayah ini telah terus bergejolak sejak menjadi provinsi ke-27 Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

Indonesia di bawah pemerintahan Soeharto menginvasi Timor Leste yang saat itu baru ditinggalkan penjajah Portugis.

Melalui invasi yang dikenal sebagai Operasi Seroja, Timor Leste pun bergabung dengan Indonesia menjadi provinsi termuda.

Namun, perlawanan kelompok pro kemerdekaan Timor Leste terus terjadi.

Patung Yesus Kristus setinggi 89 kaki, dibangun Presiden Soeharto pada tahun 1996 sebagai hadiah bagi wilayah tersebut.

Namun, pembangunan patung Kristus di wilayah dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik ini rupanya tetap gagal untuk memenangkan hati rakyat di sana.

Pembangunan patung itu sendiri dalam rangka memperingati 20 tahun invasi dan aneksasi Indonesia atas Timor Timur dengan setengah meminta maaf kepada rakyat Timor Timur atas beberapa dekade pendudukan Indonesia.

Patung yang kemudian dinamai 'Patung Cristo Rei' ini hadir dengan tiga bulan pembangunan dan biaya 5 miliar rupiah ($ 559.000).

Melansir atlasobscura.com, Patung yang sampai saat ini berdiri kokoh di Dili itu dibuat di kota Bandung, Indonesia.

Disebut, hampir semua pekerja yang mengukir wajah Yesus menjadi tembaga adalah Muslim.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved