Jumat, 5 Juni 2026

Penyebab Soeharto Gagal Pikat Hati Rakyat Timor Leste Lewat Pembangunan Patung Kristus

Patung Yesus Kristus setinggi 89 kaki, dibangun Presiden Soeharto pada tahun 1996 sebagai hadiah bagi wilayah tersebut.

Tayang:
Editor: Amirullah
Google via Intisari
Fakta negara Timor Leste. 

Sementara itu, ada alasan yang disebut-sebut membuat pembangunan patung ini gagal untuk memenangkan hati rakyat Timor, yaitu karena Soeharto memiringkan patung itu menghadap ibu kota Indonesia, Jakarta, yang menimbulkan kontroversi di antara orang Timor.

Dikatakan bahwa 'tipuan' tersebut tidak banyak berpengaruh dalam menghentikan gerakan kemerdekaan Timor Timur, sisi yang sangat banyak dipilih rakyat Timor pada pemungutan suara tahun 1999.

Baca juga: Dulu Ingin Merdeka, Ratusan Anak Muda Timor Leste Kini Malah Masuk ke Indonesia, Ini Alasannya

Baca juga: Sudah Merdeka dari RI, Bagaimana Nasib Bahasa Indonesia di Timor Leste

Fakta-fakta Dili, Ibu Kota Timor Leste

Bagaimana pun, kini patung Cristo Rei merupakan salah satu objek wisata paling menarik di Dili Timor Leste, juga menjadi ikon negara ini.

Selain keberadaan Patung Cristo Rei, berikut ini berbagai fakta Dili ibu kota Timor Leste:

1. Pembangunan kota ini diselesaikan sekitar tahun 1520 oleh Portugis. Kemudian, Portugis menjadikannya sebagai ibu kota Timor Portugis pada tahun 1769.

2. Dili merupakan kota terbesar Timor Leste, pusat perdagangan negara ini, hingga pelabuhan utamanya.

3. Salah satu cara yang lebih murah untuk berkeliling Dili adalah melalui mikrolet. Minibus yang didekorasi dengan warna-warni ini adalah yang paling dekat dengan transportasi umum di distrik ini.

4. Museum Perlawanan Dili dan monumen di pemakaman Santa Cru merupakan landmark yang didedikasikan untuk gerakan perlawanan Dili.

5. Dili menyelenggarakan Karnaval de Timor tahunan yang menampilkan kostum dan kegiatan budaya yang semarak. Ada juga maraton Dili untuk perdamaian, acara tahunan yang menarik ribuan peserta internasional.

6. Dua pasar paling populer di Dili adalah Pasar Tais dan Komoro, di mana pembeli dapat membeli kain tenun plus barang-barang tradisional Timor lainnya.

7. Pemenang Nobel José Manuel Ramos-Horta lahir di Dili. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri dan merupakan presiden ke-4 Timor Timur.

8. Tasitolu, sebuah situs konservasi di distrik Dili, memiliki beberapa danau yang berubah menjadi merah pada waktu-waktu tertentu dalam setahun karena jenis alga tertentu. Kawasan lahan basah ini memiliki makna budaya dan politik bagi masyarakat Timor Timur.

9. Dili ditetapkan sebagai “Kota Damai” pada tahun 2008. Horta membuat pengumuman tersebut selama acara pembangunan perdamaian untuk pemuda berisiko yang diadakan di distrik tersebut tahun itu.

10. Dili merupakan salah satu ibu kota negara termuda. Merdeka pada tahun 2002, Dili pun menjadi ibu kota negara termuda Asia Tenggara, juga salah satu ibu kota termuda di dunia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved