Rabu, 20 Mei 2026

Internasional

Turki Minta Taliban Bentuk Pemerintah Inklusif, Hak Perempuan Bekerja dan Sekolah Dipenuhi

Pemerintah Turki minta Taliban memenuhi janjinya membentuk pemerintahan inklusif. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Selasa (7/9/2021) m

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Aamir QURESHI
Mahasiswa menghadiri belajar tatap muka dengan pemisahan pria dan wanita di sebuah universitas swasta di Kabul, Afghanistan, Selasa (7/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Pemerintah Turki minta Taliban memenuhi janjinya membentuk pemerintahan inklusif.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Selasa (7/9/2021) menyatakan akan mencakup hak perempuan untuk sekolah dan bekerja.

Dilansir AP, dia memberi isyarat kepada Taliban, sebagai prasyarat untuk pengakuan internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar NTV, Cavusoglu tidak secara langsung menanggapi pertanyaan, apakah Turki akan mengakui pemerintahan Taliban.

“Jika persatuan diinginkan di negara ini, pemerintahan yang mencakup semua orang harus dibentuk,” katanya.

Baca juga: Pesawat Uni Emirat Arab Terbangkan Bantuan Kemanusiaan Ketiga ke Afghanistan

“Kami ingin perempuan juga ada di pemerintahan yang sudah mapan," tambahnya.

"Kami akan bertindak sesuai dengan kondisi dan perkembangannya,” jelasnya.

Menteri mengatakan Turki bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Qatar untuk membuat bandara Kabul beroperasi kembali, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dia mengatakan 19 teknisi Turki saat ini bekerja di sana.

Pakar teknis dari Qatar dan Turki telah memulai perbaikan.

Meskipun tidak jelas kapan bandara akan beroperasi.

Baca juga: Gubernur Nangarhar, Mullah Neda Mohammad Bersumpah Tumpas ISIS di Afghanistan

Taliban mengatakan hanya penerbangan domestik yang dilanjutkan dan hanya pada siang hari untuk saat ini.

Cavusoglu mengatakan agar bandara dapat kembali berfungsi, Taliban dapat mengamankan bandara dari luar.

“Tetapi struktur yang dapat dipercaya masyarakat internasional diperlukan di dalam,” tambahnya.

Turki telah menawarkan untuk memberikan keamanan untuk bandara, tetapi Taliban maish menolak.(*)

Baca juga: Paus Fransiskus Harapkan Banyak Negara Terima Pengungsi Afghanistan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved