Breaking News:

Berita Pidie

Warga Balee Pineung Jalani Ritual Tolak Bala, Jalan Kaki Membaca Waqulja, Cegah Virus Corona

Adapun ritual tersebut dipimpin Tgk Muhammad Nazar adalah  imum meunasah Gampong Balee Pineung, Kecamatan setempat.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
kiriman warga
Warga Balee Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Pidie saat akan keliling gampong melakukan ritual tolak bala, Selasa (7/9/2021) 

Adapun ritual tersebut dipimpin Tgk Muhammad Nazar adalah  imum meunasah Gampong Balee Pineung, Kecamatan setempat.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ritual tolak bala dan berjalan kaki keliling kampung membaca waqulja juga berlangsung di Gampong Balee Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Selasa (7/9/2021) malam.

Kegiatan ini sebagai tradisi mengusir bala dan penyakit pernah dilakukan masa dulu dan sekarang menjadi intruksi Bupati Pidie, Roni Ahmad.

Di Gampong Balee Pineung, massa yang menggelar ritual tolak bala keliling kampung dari berbagai dusun.

Mereka melakukan pawai ta’aruf menggunakan obor sambil zikir.

Kegiatan yang melibatkan seluruh perangkat desa bersama Tgk Imum Gampong itu sebagai bentuk ritual yang dilakukan dalam menolak wabah Corona.

Adapun ritual tersebut dipimpin Tgk Muhammad Nazar adalah  imum meunasah Gampong Balee Pineung, Kecamatan setempat.

Baca juga: Warga Pulo Pisang Jalan Kaki Keliling Membaca Waqulja & Tolak Bala, Sekda Pidie: Yang Belum Segera

Baca juga: Gubernur Aceh, Kapolda dan Pangdam IM Tinjau Kegiatan Vaksinasi Merdeka di Masjid Raya

Baca juga: Pejabat Guinea Dilarang Bepergian ke Luar Negeri, Politisi Ditangkap

Masyarakat meyakini, penyakit virus corona yang mematikan itu bentuk ujian dan cobaan terhadap kaum muslim sehingga untuk mengusirnya harus dengan zikir, tahlil dan doa.

Selain berdiam di rumah sebagaimana imbauan pemerintah, sebagai umat beragama dan beriman kita juga meyakini Wabah Covid-19 ini hanya pulih dan terhindar melalui doa, tahlil dan zikir dengan mengelilingi seluruh dusun yang ada di Desa Balee Pineung,

“Langkah ini dilakukan masyarakat sebagai bentuk ikhtiar dalam menolak bala atau bencana alam lainnya di kalangan umat Islam, termasuk wabah Corona yang dulu dikenal dengan penyakit ta’en,” sebut T Munirul Akbar, warga Balee Pineung, mengutip keterangan Keuchik setempat.

Guru dayah dan alim ulama membaca Waqul jaa Alhaqqu wazahaqal Baathilu, Innalbaathila kaana Zahuuqa (surat Al Israa ayat 81).

Upaya ini, pernah dilakukan masyarakat Aceh di masa lalu dan itu menjadi tradisi bila terjadi suatu kejangkitan wabah penyakit.

Cara medis di antaranya dengan melakukan vaksninasi, dan juga menerapkan protokol kesehatan.

Tradisi tolak bala yang dimaksud dalam imbauan Bupati Pidie tersebut ialah dimulai dengan shalat istighasah, zikir, doa tolak bala, tawafud.

Kemudian, diyar (keliling kampong dengan berjalan kaki), sambil membaca Waqul jaa Alhaqqu wazahaqal Baathilu, Innalbaathila kaana Zahuuqa (surat Al Israa ayat 81). Terakhir ditutup dibaca doa dan sholat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved