Kamis, 11 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Bandar Blang Seuguci Idi Tunoeng Pusat Perniagaan dan Perdagangan Pantai Timur Aceh Abad 16-19

Bandar/Pelabuhan Blang Seguci ini salah satu pusat perniagaan dan perdagangan lada dan pala, bagian dari Pantai Timur dan aset histori yang tidak teru

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Dr Usman Ibrahim                                     
Dr Usman Ibrahim, MPd, saat meninjau langsung bekas lokasi Bandar Blang Seuguci, lokasi tersebut di sekitar jembatan bagian barat Sungai Blang Seuguci 

Bandar/Pelabuhan Blang Seguci ini salah satu pusat perniagaan dan perdagangan lada dan pala, bagian dari Pantai Timur dan aset histori yang tidak terungkap ratusan tahun silam. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Tim Peneliti Sejarah Universitas Samudra Langsa kembali merekonstruksikan Bandar/Pelabuhan Blang Seuguci, Idi Tunoeng, Aceh Timur

Kegiatan ini dilakukan setelah ditemukan Dermaga Seuneubok Peusangan Peureulak, Aceh Timur berapa waktu lalu.

Bandar/Pelabuhan Blang Seguci ini salah satu pusat perniagaan dan perdagangan lada dan pala, bagian dari Pantai Timur dan aset histori yang tidak terungkap ratusan tahun silam. 

Berdasarkan Tim Pakar Kajian Historis terdiri atas Dr Usman Ibrahim, MPd, Dr Bachtiar Akob, MPd., dan Dr Hanafiah, MPd.

Dalam artikel mereka yang dikirim kepada Serambinews.com, Kamis (9/9/2021), menyebutkan dari rekronstruksi keberadaan bandar/pelabuhan Blang Seuguci sangat berperan peran penting sejak abad 16 hingga 19 Masehi. 

Khususnya di Pantai Timur Aceh dan bagian dari kawasan Selat Malaka atau Asia Tenggara. 

Berdasarkan kajian sumber Dr Iskandar (1972: 34), dalam tulisannya “Aceh Dalam Lintasan Sejarah” disebutkan bahwa “Ali Mughayatsyah Memperluaskan Daerah Kerajaan Aceh (1516-1530).

Berawal dari Darul Kamal, Daya, Pidie, Pasai, Idi sampai Perlak berhasil untuk penyatuan Aceh dan mengusir Portugis ke Malaka. 

Dari rekonstruksi inilah Bandar/Pelabuhan Blang Seuguci Idi, muncul di Pantai Timur Aceh sebagai perkampungan yang menghasilkan tanaman lada atau rempah-rempah pada abad 16 masehi kala itu. 

Oleh karena itu, Bandar Blang Seuguci, bukan hanya harum di nusantara, tetapi sampai ke Persia (Timur Tengah). 

Sumber informasi dari Ishak Ahmad (83), warga Blang Seuguci kepada Tim Peneliti, bahwa disekitar Bandar Bandar Blang Se Guci terdiri atas sejumlah lahan perkebunan lada dan pala, bukit pauh.

Kemudian rumbiya Teupin Panah merupakan pusat perkebunan tanaman lada pada zaman lampau.

Juga dia mengatakan penggarap tanaman lada itu kebanyakan orang-orang dari luar Idi, misalnya asal Peusangan, Kabupaten Bireuen, Pasee, Pidie dan Aceh Besar. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved