Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

China Kucurkan Bantuan ke Taliban, Amerika Serikat Keluarkan Kecaman

Pemerintah China meluncurkan bantuan ke Taliban, Afghanistan sebesr 31 juta dolar AS, sekitar Rp 442 miliar.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang wanita bersama anaknya melewati anggota Taliban berbicara sama rekannya di Kabul, Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China meluncurkan bantuan ke Taliban, Afghanistan sebesr 31 juta dolar AS, sekitar Rp 442 miliar.

Pejabat China menandai pembentukan pemerintah sementara Taliban dengan meluncurkan bantuan.

Dilansir Reuters, Kamis (9/9/2021), jumlah bantuan itu tiga kali lipat dari yang ditawarkan FBI untuk kepala Sirajuddin Haqqani.

Juga untuk informasi penangkapan teroris yang sekarang menjalankan keamanan internal Afghanistan.

"Pihak China sangat mementingkan pengumuman pemerintah sementara Taliban Afghanistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

“Ini sebagai langkah penting dalam memulihkan ketertiban dalam negeri dan bergerak menuju rekonstruksi pascaperang," ujarnya.

Baca juga: Presiden AS Yakini China Coba Buat Kesepakatan dengan Taliban

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken membuat kritikan yang bersahaja, mengamati beberapa memiliki rekam jejak yang sangat menantang.

Termasuk menteri dalam negeri yang baru diangkat Sirajuddin Haqqani, yang dicari oleh FBI, dan empat alumni Teluk Guantanamo.

Meskipun nada mereka berbeda, baik pejabat China maupun AS dihadapkan pada prospek krisis pengungsi yang tidak diinginkan dari Afghanistan.

Meskipun mereka tidak setuju tentang cara mencegahnya.

“Itu tentu saja tidak memenuhi uji inklusivitas, dan itu termasuk orang-orang yang memiliki rekam jejak yang sangat menantang,” kata Blinken saat jumpa pers di Pangkalan Udara Ramstein.

Dimana bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

Baca juga: Taliban Rangkul Media Sosial: Kami Juga Ingin Mengubah Persepsi Masyarakat

“Keterlibatan kami dengan Taliban dan pemerintah sementara atau jangka panjang untuk memajukan kepentingan nasional, memajukan kepentingan kami dan mitra kami," jelas Biden.

Peran baru Haqqani sebagai Menteri Dalam Negeri dapat memungkinkan dia mewakili pendakian ke puncak kekuasaan di Afghanistan.

Hanya sembilan tahun setelah Amerika Serikat menetapkan Jaringan Haqqani sebagai organisasi teroris asing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved