Kamis, 16 April 2026

Internasional

Presiden AS Yakini China Coba Buat Kesepakatan dengan Taliban

Presiden AS Joe Biden MERASA yakin China akan mencoba membuat kesepakatan dengan Taliban. Ditanya apakah dia khawatir China akan mendanai kelompok

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Joe Biden menggelar konferensi pers di Gedung Putih, seusai serangan bom bunuh diri di bandara Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden merasa yakin China akan mencoba membuat kesepakatan dengan Taliban.

Ditanya apakah dia khawatir China akan mendanai kelompok itu, yang dikenai sanksi berdasarkan hukum AS, Biden mengatakan kepada wartawan:

"China memiliki masalah nyata dengan Taliban."

"Jadi mereka akan mencoba membuat beberapa pengaturan dengan Taliban."

"Saya yakin, Seperti halnya Pakistan, seperti halnya Rusia, seperti halnya Iran."

"Mereka semua mencoba mencari tahu apa yang mereka lakukan sekarang."

Baca juga: Pejabat Taliban Minta Presiden Joe Biden Buka Kembali Kedubes AS di Kabul

Dilansir Reuters, Rabu (9/9/2021), Amerika Serikat dan sekutu Kelompok Tujuh (G7) telah sepakat mengkoordinasikan tanggapan mereka terhadap Taliban.

Bahkan, Washington telah memblokir akses Taliban ke cadangan aset Afghanistan, yang sebagian besar dipegang oleh Federal Reserve New York.

Hal itu untuk memastikan mereka memenuhi janji mereka. menghormati hak-hak perempuan dan hukum internasional.

Tetapi para ahli mengatakan banyak dari pengaruh ekonomi itu akan hilang jika China, Rusia, atau negara lain memberikan dana kepada Taliban.

Italia, presiden saat ini dari Kelompok 20 ekonomi utama yang meliputi China dan Rusia telah mencoba mengadakan pertemuan G20 virtual di Afghanistan.

Tetapi tidak ada tanggal yang diumumkan, menunjukkan perselisihan di antara kelompok tersebut.

Baca juga: Presiden Joe Biden Tidak Akan Perpanjang Perang dan Jalan Keluar Untuk Afghanistan

Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam panggilan telepon pada 29 Agustus.

Wang Yi mengatakan masyarakat internasional harus terlibat dengan Taliban dan membimbing secara positif mereka.

China belum secara resmi mengakui Taliban sebagai penguasa baru Afghanistan.

Tetapi Wang pada Juli 20210 menjamu Mullah Baradar, yang sejak itu ditunjuk sebagai wakil perdana menteri.

Dia mengatakan dunia harus membimbing dan mendukung negara itu saat transisi ke pemerintahan baru alih-alih memberikan lebih banyak tekanan padanya.(*)

Baca juga: Eks Penerjemah Joe Biden Minta Pertolongan, Takut Dibunuh Taliban Setelah Tertinggal di Afghanistan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved