Internasional
Jerman Tidak Yakin Dengan Pemerintahan Baru Taliban
Jerman tidak yakin dengan pemerintahan baru Taliban di Afghanistan. Jerman juga tidak optimis dengan pembentukan pemerintahan baru di Afghanistan.
SERAMBINEWS.COM, RAMSTEIN - Jerman tidak yakin dengan pemerintahan baru Taliban di Afghanistan.
Jerman juga tidak optimis dengan pembentukan pemerintahan baru di Afghanistan.
Dilansir Reuters, hal itu dinyatakan seusai Taliban menunjuk tokoh-tokoh veteran garis keras ke posisi teratas.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, Rabu (8/9/2021) mengatakan Taliban tampaknya tidak ingin bekerjasama dengan kelompok lain dan internasional.
"Bersama dengan mitra lain, kami menyerukan hak-hak dasar, terutama perempuan, untuk dilindungi," jelasnya.
"Dalam konteks itu, berita yang sampai kepada kami dari Afghanistan kemarin tidak membuat kami optimis," kata Maas.
Baca juga: Pangkalan Udara AS di Jerman Jadi Rumah Sementara Anak-anak Afghanistan Tanpa Orangtua
"Pemerintah transisi yang tidak menyertakan kelompok lain bukanlah sinyal untuk lebih banyak kerjasama dan stabilitas internasional di negara ini," katanya.
"Kami berharap pembentukan pemerintah lebih lanjut akan mengirimkan sinyal yang diperlukan," tambah Maas.
"Harus jelas bagi Taliban, isolasi internasional bukan demi kepentingannya, tetapi kepentingan rakyat Afghanistan," jelasnya.
"Sebuah negara dengan ekonomi yang benar-benar runtuh tidak akan pernah stabil lagi," katanya.(*)
Baca juga: Jerman Minta AS Bertanggungjawab, Tanggung Dana Perlindungan Pengungsi Afghanistan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menlu-jerman-heiko-maas1.jpg)