Luar Negeri
Puluhan Juta Warga Afghanistan Mulai Kelaparan, Taliban Minta Bantuan Negara Lain
Kami menginginkan ini untuk rakyat kami, karena rakyat kami, mereka telah banyak menderita karena 20 tahun terakhir dan ini adalah waktu kritis,” kata
“Akan terjadi inflasi. Harga di Afghanistan akan naik lebih lanjut. Tingkat kemiskinan akan meningkat,” Akram memperingatkan.
“Anda kemudian akan mengalami krisis pengungsi yang ditakuti oleh Barat,” ujarnya seperti dikutip dari The Associated Press, Jumat (3/9/2021) lalu.
Krisis Pangan
Afghanistan saat ini akan menghadapi krisis pangan, membuat 1 dari 3 orang kelaparan, dengan persediaan pangan PBB di sana habis bulan ini.
"Pada akhir September, stok (pangan) yang dimiliki Program Pangan Duni di negara itu akan habis," kata Ramiz Alakbarov, koordinator kemanusiaan PBB di Afghanistan, pada Rabu (1/9/2021), seperti yang dilansir dari Firstpost.
Padahal, lebih dari separuh anak-anak di negara itu sudah kesulitan untuk mendapatkan makanan. Dia menekankan bahwa kerawanan pangan "sangat jelas" di seluruh wilayah negara.
Al Jazeera melaporkan baru-baru ini harga makanan di Afghanistan sudah naik sekitar 50 persen, dan BBM sekitar 75 persen.
Dengan banyaknya bantuan internasional yang mandek, Alakbarov mengatakan layanan pemerintah tidak dapat berfungsi dan pegawai negeri tidak menerima gaji mereka.
Taliban belum membentuk pemerintahan baru, dan pengakuan internasional untuk mereka masih dipertanyakan, sehingga menjadi kendala dimulainya kembali bantuan asing untuk Afghanistan.
“Situasinya...cukup mengerikan sekarang. Bahkan sebelum krisis ini, banyak warga Afghanistan sudah hidup jauh di bawah garis kemiskinan,” kata Alex Zerden, mantan atase keuangan kementerian keuangan AS untuk Kabul, kepada Al Jazeera.
“Situasinya...secara langsung disebabkan oleh penarikan diri Taliban dari negosiasi damai...dan terlibat dalam pengambilalihan dengan kekerasan,” imbuh Zerden.
Kepala bank sentral yang ditunjuk Taliban, Haji Mohammad Idris, mencoba meyakinkan bank-bank di Afghanistan bahwa mereka menginginkan sistem keuangan yang berfungsi penuh.
Namun sejauh ini, Taliban hanya memberikan sedikit detail tentang bagaimana mereka akan memasok dana, kata para bankir yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Sebelumnya pada Rabu (1/9/2021), kelompok itu melakukan arak-arakan beberapa perangkat keras militer di Kandahar, termasuk kendaraan lapis baja, yang mereka rebut selama pengambilalihan kekuasaan.
Di antaranya, helikopter Black Hawk, yang dilaporkan telah diterbangkan di Kandahar baru-baru ini, oleh seseorang dari mantan tentara Afghanistan, karena Taliban kekurangan pilot, menurut kantor berita AFP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wanita-afghanistan-demo3.jpg)