Sabtu, 18 April 2026

Invasi Militer Indonesia Masih Membekas di Hati Rakyat Timor Leste, Terkuak Ini Alasannya

Penarikan militer Indonesia tahun 1999 di Timor Timur telah membawanya pada kebenaran dan rekonsiliasi yang diamantkan PBB.

Editor: Amirullah
Freepik
(ilustrasi) Timor Leste 

SERAMBINEWS.COM - Ini alasannya rakyat Timor Leste sulit meulpakan invasi milter yang dilakukan oleh Indonesia.

Penarikan militer Indonesia tahun 1999 di Timor Timur telah membawanya pada kebenaran dan rekonsiliasi yang diamantkan PBB.

Pada tahun 2005, Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi melaporkan temuan dan rekomendasinya.

Namun karena berbagai alasan geopolitik laporan tersebut diajukan tetapi tidak pernah diperdebatkan di parlemen nasional Timor Leste.

Semua itu terkait dengan sisa-sisa pendudukan Indonesia di Timor Leste.

Tentu saja, proses pengungkapan kebenaran, rekonsiliasi dan penyembuhan masyarakat tidak berakhir ketika pendanaan PBB untuk komisi berakhir pada pertengahan 2000-an.

Centro Nacional Chega Dili! (Pusat Memori Nasional) didirikan pada tahun 2016 sebagian untuk terus mendokumentasikan suara-suara lokal, pengalaman dan praktik sehari-hari orang Timor selama pendudukan.

Baca juga: Impian Timor Leste Kandas Karena Covid-19, Uang Rp 264 Triliun Hasil Utang dari China Jadi Ampas

Ia memiliki mandat untuk melestarikan sejarah Timor-Leste 1974-1999, dan untuk mempromosikan dan mendorong hak asasi manusia, solidaritas dan budaya perdamaian.

Di daerah pedesaan, ada pencarian yang sedang berlangsung untuk orang hilang.

Tak terhitung banyaknya orang Timor yang belum ditemukan karena konflik dan pengungsian selama pendudukan Indonesia.

Menurut kepercayaan adat masyarakat Timor, sementara jasad anggota keluarga tetap tidak ditemukan, kesehatan dan kesejahteraan hidup tidak dapat dipastikan.

Ketika pasukan Indonesia menguasai daerah itu, banyak yang melarikan diri melintasi lembah ke pegunungan Matebian yang relatif aman.

Beberapa diburu dan dibunuh oleh militer Indonesia, lainnya mati kelaparan.

Tubuh mereka tidak pernah ditemukan dan dibaringkan. Sampai sekarang.

Setelah konsultasi baru-baru ini dengan roh alam, anggota keluarga almarhum telah mengorganisir pesta pemulihan tulang dan lebih dari dua bulan mengikuti jalan menuruni lembah dan masuk ke hutan kisaran Matebian.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved