Jumat, 5 Juni 2026

Invasi Militer Indonesia Masih Membekas di Hati Rakyat Timor Leste, Terkuak Ini Alasannya

Penarikan militer Indonesia tahun 1999 di Timor Timur telah membawanya pada kebenaran dan rekonsiliasi yang diamantkan PBB.

Tayang:
Editor: Amirullah
Freepik
(ilustrasi) Timor Leste 

Jenazah yang mereka temukan telah disimpan sementara di klinik kesehatan di desa pegunungan Kelikai sebelum diangkut dari pegunungan ke pantai dan kembali ke Gunung Ariana.

Saat kami diundang untuk memberikan penghormatan, setiap sarung dibuka dengan hati-hati untuk mengungkapkan nama almarhum yang tertulis di secarik karton.

Dalam dua hari, seorang imam Katolik akan menghadiri rumah itu untuk membaptis setiap orang secara anumerta sesuai dengan harapan kontemporer.

Jenazah mereka masing-masing akan 'dipakaikan' dan ditempatkan di peti mati kecil yang sedang dibuat oleh para pemuda di bawah tenda.

Dua hari kemudian, komunitas akan berkumpul di kuburan yang menghadap Matebian untuk misa Katolik penuh.

Sebuah kuburan besar dengan 23 kompartemen terpisah telah disiapkan.

Itu adalah saat yang sangat emosional bagi semua orang yang berkumpul.

Properti itu penuh sesak dengan orang-orang, dari yang lemah hingga bayi yang baru lahir.

Monumen yang sedang dibangun di luar rumah memperingati dua pahlawan yang gugur, pejuang gerakan perlawanan FALINTIL yang tewas dalam pertempuran.

Untuk proses ini, mereka mendapat dukungan melalui reparasi yang tersedia dari dana veteran perlawanan yang disponsori pemerintah.

Tetapi penguburan kembali anggota keluarga korban perang biasa telah jatuh ke tangan para penyintas konflik.

Satu rumah asal, yang terdiri lebih dari 200 orang, memiliki 25 mayat untuk dimakamkan.

Seorang warga Timor Leste mengatakan, negara saya sendiri diam-diam mendukung invasi dan pendudukan Timor Timur.

Senjata yang digunakan oleh tentara dan bom yang dijatuhkan oleh pesawat dipasok oleh pemerintah AS dan Inggris, sekutu Australia.

Sekarang, kekuatan Barat yang jauh ini memberi selamat kepada diri mereka sendiri karena telah mengawasi kemerdekaan dan status Timor Leste sebagai negara-bangsa baru.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved