Breaking News:

Berita Abdya

Ketua KIP Abdya Diamankan Polisi Karena Main Judi Poker, Begini Tanggapan Ketua KIP Aceh

Oknum komisioner yang kabarnya tak lain Ketua KIP Abdya itu harus berurusan dengan kepolisian karena kedapatan bermain judi poker di kebun sawit.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Personil Satreskrim Polres Abdya memperlihat barang bukti kartu poker dan uang tunai saat menggelar konferensi pers, Jumat (10/9/2021) di ruang unit Tipiter. Ikut terlibat Ketua KIP Abdya, guru dan masyarakat 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mengamankan oknum Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya setelah menyerahkan diri.

Oknum komisioner yang kabarnya tak lain Ketua KIP Abdya itu harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan bermain judi poker di kebun sawit, Kamis (9/9/2021) sore sekira pukul 17:30 WIB. 

Terkait hal itu, Ketua KIP Aceh, Syamsul Bahri yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (10/9/2021) mengaku belum mendapat laporan atas kasus tersebut.

"Kami belum menerima laporan resmi dari komisioner jadi belum bisa kami komentar," kata Syamsul Bahri.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Rivandi Permana SH mengatakan pengungkapan kasus judi joker pada Kamis (9/9/2021) sore.

Lokasi tepatnya di Kebun Sawit milik warga di Kawasan Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee. Ada tujuh orang pelaku dalam kasus tersebut.

Saat penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua kartu joker dan uang Rp 7.322.000, dan kertas terpal sebagai alas untuk bermain judi.

Baca juga: Ketua KIP Abdya dan Guru Main Judi Poker di Kebun Sawit, Lari Saat Digerebek, Ini Jumlah Uang Disita

Baca juga: Taliban Ungkap Alasan Tak Ada Menteri Perempuan di Pemerintahan Baru Afghanistan

Baca juga: VIDEO Diterbangkan dari Thailand, 4 Nelayan Aceh Tiba di Jakarta

Informasi yang diperoleh, dari tujuh orang itu, SA (49) saat penggerebekan itu berhasil melarikan diri. Tapi SA baru menyerahkan diri sekira pukul 23:30 WIB.

SA merupakan oknum komisioner KIP Abdya, dan menjabat sebagai ketua KIP Abdya.

“Iya benar, SA (ketua KIP), oknum komisioner KIP Aceh Barat Daya,” ungkapnya

Selain itu, sebutnya, satu orang lainnya TN (53) merupakan seorang guru. Sementara lima lainnya itu, merupakan masyarakat Kecamatan Kuala Batee yang tersebar di beberapa Gampong. 

Atas kejadian itu, lanjutnya, tujuh pelaku dijerat Pasal 19 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukuman Jinayat. “Ancamannya, 30 kali cambuk atau paling lama 30 bulan,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved