1 Jam Bersama Diaspora
Tan Sri Sanusi Junid Dalam Kenangan Putranya Akhramsyah Muammar Ubaidah
Berbagai jabatan mentereng itu, tak membuat Tan Sri Sanusi lupa akan asal usulnya. Bagi Tan Sri, Aceh adalah separuh nafasnya
* 1 Jam Bersama Diaspora
Berbagai jabatan mentereng itu, tak membuat Tan Sri Sanusi lupa akan asal usulnya. Bagi Tan Sri, Aceh adalah separuh nafasnya. Negeri ini tak pernah luput dalam pikirannya. Karena di tubuhnya mengalir darah ulama pejuang Aceh Tgk Chik Ditiro.
NAMA Tan Sri Sanusi Junid terpatri dalam hati orang Aceh di Malaysia.
Nyaris tak ada orang Aceh di Negeri Jiran itu yang tak pernah mendengar namanya yang begitu melegenda.
Semasa hidupnya, Tan Sri Sanusi adalah salah satu sosok politikus yang paling dekat dengan mantan orang kuat Malaysia, Tun Mahathir Mohamad.
Berbagai jabatan mentereng pernah disandangnya selama pemerintahan Tun Mahathir Mohamad sejak awal tahun 1980-an.
Kenangan akan sosok Tan Sri Sanusi Junid ini diceritakan kembali oleh putra tertuanya, Akhramsyah Muammar Ubaidah dalam program "1 Jam Bersama Diaspora" dengan judul “Meneruskan Perjuangan Tan Sri Sanusi”.
Program yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, ini disiarkan langsung melalui laman Facebook Serambinews.com, dan channel Youtube Serambi On TV, Rabu (8/9/2021).
Akhramsyah bercerita, almarhum ayahnya, mulai berkarier sebagai pegawai Chartered Bank pada tahun 1963.
Kala itu, usianya baru 20 tahun. Karier politiknya yang dimulai di UMNO Seremban pada tahun 1963, kemudian membawanya ke kursi anggota parlemen, dan selanjutnya beberapa kali pernah menjabat sebagai menteri.
Pada 1996, Sanusi Junid dilantik sebagai Menteri Besar Kedah yang ketujuh. Ia mengemban jabatan itu sejak tanggal 16 Juni 1996 sampai November 1999.
Pada tahun 1996, Sanusi Junid dilantik sebagai Menteri Besar Kedah yang ketujuh.
Pada tahun 2000 hingga 2008, Tan Sri Sanusi Junid menjabat sebagai President of International Islamic University Malaysia (IIUM).
Namun, berbagai jabatan mentereng itu, tak membuat Tan Sri Sanusi lupa akan asal usulnya.
Bagi Tan Sri, Aceh adalah separuh nafasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tan-sri-sanusi-junid-dan-putranya.jpg)