Senin, 20 April 2026

Turki akan Blokir Kpop, Disebut Bisa Mengancam Budaya dan Melemahkan Generasi Muda

Hal-hal berbau Kpop / Korea Populer bakal diblokir Turki, disebut bisa mengancam budaya dan lemahkan generasi muda.

Editor: Amirullah
Photo by Jung Yeon-je / AFP
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan Jeon Jung-kook, anggota grup K-pop BTS, di stasiun kereta bawah tanah di Seoul, Selasa (1/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Korea populer, atau Kpop hingga kini masih merajai dunia entertainment dunia.

Tak jauh berbeda dari Indonesia, Turki ternyata juga menyukai budaya Korea / Kpop.

Bahkan disebut penggemar Kpop di Turki menempati peringkat ke-10 terbesar.

Ini dihitung dari jumlah waktu terbanyak dalam mengonsumsi konten K-Pop.

Foto handout yang disediakan oleh Big Hit Entertainment di Seoul, Rabu (2/9/2020)  menunjukkan anggota grup K-pop BTS berpose pada program online media day.
Foto handout yang disediakan oleh Big Hit Entertainment di Seoul, Rabu (2/9/2020) menunjukkan anggota grup K-pop BTS berpose pada program online media day. (Photo by Handout / Big Hit Entertainment / AFP)

Dari segi dana, setidaknya 1 fans Kpop Turki menghabiskan US $108 (Rp 1,5 juta) per orang per tahun.

Dilansir dari Koreaboo, kehidupan fandom Kpop Turki sedang terancam.

Pasalnya, pemerintah Turki kini menyelidiki Kpop karena dianggap membahayakan kaum muda negara itu.

Membahayakan kaum muda

Sempat beberapa bulan lalu di Turki tiga remaja menjadi berita utama karena melarikan diri ke Korea Selatan (Korsel) tanpa izin dan dokumen orang tua.

Alih-alih berkata jujur ingin terbang ke Seoul, mereka memberi tahu orang tua dan walinya kalua hendak piknik ke Istanbul.

Diketahui juga bahwa ketiganya telah mengemasi pakaian mereka dan meninggalkan ponsel sebelum pergi dari rumah.

Untungnya, tim polisi khusus dapat menemukan gadis-gadis itu dalam kondisi aman dan sehat di pantai Istanbul.

Girlgroup BLACKPINK
Girlgroup BLACKPINK (samsung.com)

Dalam pernyataan awal kepada outlet media Turki NTV, gadis-gadis muda itu membuat pernyataan mengejutkan.

Cinta mereka pada K-Pop dan K-Drama membuat mereka memutuskan hendak melarikan diri ke Korsel.

Menurut surat kabar Turki Milliyet, penyelidikan juga didasarkan pada tuduhan dari pejabat yang menyatakan bahwa K-Pop merupakan ancaman bagi pemuda negeri itu.

Namun, sebagian besar kekhawatiran ini tampaknya berakar pada sudut pandang anti-LGBTQ+.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved