Breaking News:

Berita Aceh Jaya

Dibangun Sejak 2014, Jembatan Ranto Panyang Terbengkalai

Saat ini kondisi pondasi dan besi jembatan tersebut mulai menjadi seperti besi tua yang berkarat serta sudah tidak terurus lagi.

Penulis: Riski Bintang | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kondisi jembatan penghubung antar desa dan menuju lokasi perkebunan masyarakat di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya terbengkalai, foto direkam Sabtu, (11/9/2021) 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Sejumlah masyarakat khususnya di desa Rantoe Panyang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya mempertahankan kelanjutan pembangunan jembatan penghubung tersebut.

Pasalnya sejak dibangun pertama pada tahun 2014 hingga saat ini penghujung tahun 2021 jembatan itu belum dapat digunakan.

Saat ini kondisi pondasi dan besi jembatan tersebut mulai menjadi seperti besi tua yang berkarat serta sudah tidak terurus lagi.

Selain itu, juga terlihat tiga pondasi yang sudah terhubung dengan badan jembatan, hanya saja jembatan tersebut belum terhubung kedua sisinya.

Keuchik Desa Rantoe Panyang, Ali Munir menyampaikan jembatan itu sudah pernah dikerjakan beberapa kali oleh pihak rekanan, tapi hingga hari ini belum juga mencapai finish 

"Sudah lama dibangun hingga berganti rekanan, jembatan itu belum juga siap, apa masalahnya saya kurang tau," pungkasnya ,

Padahal keberadaan jembatan tersebut juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, terutama petani untuk memudahkan transportasi ke lahan pertanian yang berada di seberang sungai.

"Jembatan itu sangat besar manfaatnya, bukan cuma untuk masyarakat desa Rantoe panyang, tapi juga masyarakat lain baik yang ada dalam kecamatan Krueng sabee maupun luar," sebutnya.

Baca juga: Gampong Nusa Masuk 50 Besar Desa Terbaik Se-Indonesia dalam ADWI, Begini Kiprah sebagai Desa Wisata

Baca juga: Mulai Besok, 1.207 Guru Honorer di Aceh Besar akan Bertarung, Perebutkan 508 Formasi PPPK

Baca juga: Empat Kupu-kupu Malam Ditangkap Satpol PP di Sebuah Penginapan di Meulaboh

Saat ini masyarakat yang hendak menuju ke seberang sungai hanya bisa menggunakan rakit sebagai alat transportasi.

Untuk itu, dirinya berharap agar pihak terkait di pemerintah kabupaten Aceh Jaya dan Pemerintah Provinsi untuk dapat menangani dan menyelesaikan kontruksi jembata yang menjadi harapan masyara agar dimudahkan menuju lahan perkebunan.

"Selain ke kebun, dengan adanya jembatan tersebut juga akses ke pusa pemerintah mudah dan juga jembatan itu menghubungkan beberapa desa," tungkasnya.

"Semoga dinas terkait bisa menindaklanjuti sampai jembatan itu selesai dan bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat," tutup Aku Munir yang juga ketua APDESI Aceh Jaya tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved