Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Warga Afghanistan Kembali ke Gerbang Bandara Kabul, 'Jika Tidak Bisa Pergi, Bunuh Saja Aku'

Warga Afghanistan kembali menyerbu gerbang bandara Kabul, Afghanistan pada Sabtu (11/9/2021). Mereka datang saat mendapat berita tentang dimulainya

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Karim SAHIB
Anggota Taliban berdiri di pos pemeriksaan dekat gerbang bandara Kabul, Afghanistan, Minggu (12/9/2021) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Warga Afghanistan kembali menyerbu gerbang bandara Kabul, Afghanistan pada Sabtu (11/9/2021).

Mereka datang saat mendapat berita tentang dimulainya kembali penerbangan evakuasi menyebar luas.

Beberapa orang berkumpul di gerbang bandara, memohon kepada penjaga Taliban untuk masuk.

"Jika aku tidak bisa pergi, bunuh saja aku!" kata seorang wanita, di antara sekelompok wanita dan anak-anak yang masing-masing membawa ransel.

Dilansir AP, Minggu (12/9/2021), banyak warga Afghanistan di ibu kota takut akan terulangnya kembali pemerintahan brutal dan represif kelompok Islam garis keras dari 1996-2001.

Taliban telah mulai memisahkan siswa laki-laki dan perempuan dan staf medis.

Baca juga: Jerman Tidak Yakin Dengan Pemerintahan Baru Taliban

Tetapi, menyarankan perempuan dilarang bermain olahraga.

Bahkan, telah meluncurkan pemerintahan yang seluruhnya laki-laki yang diambil secara eksklusif dari jajaran loyalis.

Sedangkan Badan pendidikan PBB (UNESCO) pada Jumat (10/9/2021) memperingatkan sebuah laporan, Afghanistan berisiko mundur dari dunia pendidikan.

Terutama anak perempuan, karena proyeksi kenaikan jumlah pengungsi internal, pembatasan baru yang diberlakukan Taliban pada pendidikan perempuan.

Selain, pembatalan bantuan internasional, yang merupakan setengah dari pengeluaran pendidikan negara itu.

Ekonomi Afghanistan juga berisiko mengalami kontraksi tajam, kata mantan Kepala Bank Sentral Ajmal Ahmady.

Baca juga: Taliban Pukul dan Tahan Dua Wartawan Peliput Demontrasi Perempuan di Kabul

Dia melarikan diri dari negara itu tepat setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.

"Saya tidak ingin mengatakan keruntuhan ekonomi, tetapi saya pikir itu akan menjadi suatu situasi ekonomi yang sangat menantang atau sulit," katanya.

Dia menyampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh The Atlantic Council yang memprediksi PDB Afghanistan akan menyusut 10 hingga 20 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved