JURNALISME WARGA

Melirik Pesona Tersembunyi Sungai Sabet Lamno

Aceh Jaya menyimpan banyak pesona wisata. Salah satunya adalah Sabet. Destinasi wisata yang terletak di Lamno, Aceh Jaya

Editor: hasyim
FOTO IST
INTAN MAKFIRAH alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Aceh Jaya 

INTAN MAKFIRAH alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Aceh Jaya

Aceh Jaya menyimpan banyak pesona wisata. Salah satunya adalah Sabet. Destinasi wisata yang terletak di Lamno, Aceh Jaya, dapat ini ditempuh dalam waktu 1 jam 40 menit dari Kota Banda Aceh, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Meski harus menempuh perjalanan yang terbilang cukup jauh dan memakan waktu hampir dua jam, semuanya terbayar lunas dengan suguhan pemandangan saat memasuki daerah Lamno.

Lokasi ini menyajikan pemandangan yang sangat indah. Pengunjung ke lokasi ini terlebih dahulu melewati perkampungan yang masih asri yang terdapat banyak pohon durian dan pohon kopi robusta. Karena banyaknya pepohonan, Sabet menjadi daerah yang suhunya lebih dingin dibandingkan tempat lainnya di Lamno.

Namun, belum banyak wisatawan yang mengetahui lokasi ini. Hanya beberapa orang saja yang tahu, itu pun kebanyakan adalah orang asli Lamno. Hal ini membuat lokasi ini masih terjaga keasriannya.

Sabet merupakan sebuah desa yang sungainya sangat jernih dan banyak bebatuan menghiasinya.

Lokasi ini sudah menjadi destinasi wisata, hanya saja belum banyak orang yang berkunjung karena keberadaannya seakan tersembunyi dari dunia luar. Semakin banyak wisatawan yang tertarik berkunjung ke lokasi ini, sangat mungkin membuat Sabet menjadi banyak diminati nantinya.

Karena belum banyak wisatawan yang menghabiskan waktunya di sini, sehingga di sekitaran Sungai (Krueng) Sabet belum banyak tersedia fasilitas. Warung pun hanya terdapat satu yang berjualan hanya pada saat weekend. Maka dari itu, untuk mendatangi Sabet, pengunjung harus siap dengan stamina yang kuat juga bekal makanan dan minuman yang cukup.

Meski demikian, kita tidak akan menyesal jika sudah berkunjung ke lokasi ini. Hamparan sungai yang jernih dihiasi pepohonan rimbun dan bebatuan langsung dapat melepaskan penat selama menempuh perjalanan. Di kanan dan kiri jalan mata kita akan dimanjakan oleh keindahan alam yang penuh dengan warna hijau, bukti keasrian yang masih terjaga.

Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman mengunjungi lokasi ini. Salah satu teman yang memang berasal dari Lamno menginformasikan bahwa Sabet merupakan destinasi yang patut dikunjungi. Tertarik dengan ceritanya, kami pun memutuskan segera mengunjungi Sabet.

Setelah mendapatkan waktu yang pas, kami akhirnya sepakat pergi mengunjungi Krueng Sabet. Sepanjang perjalanan dari Banda Aceh, kulit terpapar sengatan sinar matahari bercampur dengan debu dan asap dari kendaraan bermotor, karena kami pergi naik sepeda motor.

Lalu ketika memasuki daerah Lamno, semua itu berganti dengan udara segar dari banyaknya pepohonan yang berjejer di sepanjang jalan. Tentu sangat menyenangkan melakukan perjalanan panjang sambil menikmati keindahan alam di sepanjang jalan. Karena menggunakan sepeda motor, udara segar jadi lebih terasa menyentuh kulit, yang dapat merilekskan pikiran dari hiruk pikuk perkotaan.

Sesampai di lokasi, saya dan teman-teman lainnya langsung terpukau dengan keindahan panorama alam yang tersaji di Sabet. Kesejukan langsung menyapa kami sehingga pikiran langsung terasa jernih. Tak tahan melihat air sungai yang tampak sangat bening, kami pun memutuskan langsung terjun membasuh kaki di air sungai yang tak hentinya mengalir. Arus sungai yang tidak terlalu deras memudahkan pengunjung jika ingin bermain air atau bahkan mandi di sini. Terdapat bebatuan besar di sekitaran sungai, sehingga saya putuskan untuk duduk sejenak di sana yang kemudian diikuti oleh beberapa teman.

Sebagian teman terlihat sudah masuk ke sungai dan tampak ceria mencipratka air ke sana kemari. Di sekitar sungai terdapat gunung yang rimbun oleh dedaunan dari aneka tumbuhan, sehingga menambah daya tarik tersendiri lokasi ini.

Karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui daerah ini, maka untuk memasukinya masih tidak dikenakan pungutan apa pun. Para pengunjung hanya perlu menjaga kebersihan dan keasrian lokasi ini saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved