Breaking News:

Luar Negeri

Prancis Tolak Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian, pada Sabtu (11/9/2021) mengatakan Taliban pembohong sebelum pembicaraan di Qatar.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
AFP/WAKIL KOHSAR
Anggota unit militer Taliban Badri 313 mengamankan bandara mengenakan seragam militer AS, di Kabul, Selasa (31 Agustus 2021), setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang brutal selama 20 tahun -- perang yang dimulai dan diakhiri dengan kelompok Islam garis keras. Dalam kekuatan. (Wakil KOHSAR/AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Taliban dianggap berbohong oleh pemerintahan Prancis dan menolak negara yang dipimpin oleh Taliban.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian, pada Sabtu (11/9/2021) disampaikan sebelum pembicaraan di Qatar mengenai evakuasi warga dari Afghanistan.

"Mereka mengatakan akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas dan berbicara mengenai pemerintahan yang inklusif dan representatif, tapi mereka berbohong," kata Le Drian di France 5 TV seperti dikutip pada Antara News, Minggu (12/9/2021).

Selain mengatakan Taliban adalah pembohong, Prancis menolak mengakui atau memiliki hubungan apapun dengan Pemerintahan yang baru dibentuk Taliban.

"Prancis menolak mengakui keberadaan pemerintahan mereka ataupun tidak akan memiliki hubungan dengan pemerintahan ini. Kami ingin tindakan nyata dari Taliban dan mereka juga membutuhkan ruang perekonomian dan hubungan internasional, terserah kepada mereka," tambahnya.

Baca juga: Jamaah yang Shalat di Masjid Afghanistan Makin Banyak Sejak Taliban Berkuasa

Baca juga: Taliban Tuding AS Langgar Kesepakatan dan Campuri Urusan Internal Afghanistan

Prancis telah melakukan evakuasi terhadap 3000 warga baik warganegara Prancis maupun pengungsi dari Afghanistan.

Negara ini telah melakukan perbincangan teknis dengan Taliban untuk memungkinkan keberangkatan tersebut.

Menlu Prancis juga merincikan ketika menuju ke Doha, ibu kota Qatar pada Minggu (12/9/2021) bahwa masih ada warga negara Prancis dan ratusan warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Prancis yang tersisa di Afghanistan dan sulit untuk keluar dari negara itu.

Baca juga: Inggris Keluarkan Peringatan Keras, Penguasa Taliban Dapat Memicu Serangan Teror ke Barat

Taliban Tuding AS Langgar Kesepakatan

Sebelumnya diberitakan Serambinews.com, Taliban menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar perjanjian Doha dan “mencoba mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan.”

Pejabat Pentagon mengungkapkan beberapa anggota pemerintah sementara Afghanistan, termasuk Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani termasuk dalam daftar hitam AS, kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Haqqani, putra mantan pemimpin dan menteri Taliban Jalaluddin Haqqani, masih menjadi buronan dengan imbalan hadiah USD5 juta yang diumumkan oleh AS.

Mujahid menegaskan bahwa "Keluarga Haqqani adalah bagian dari Taliban “dan tidak memiliki nama atau susunan organisasi yang terpisah.”

Di bawah perjanjian Februari 2020 yang ditandatangani di Doha oleh Taliban dan AS, semua pejabat Taliban “tanpa kecuali … seharusnya dikeluarkan dari daftar hitam PBB dan AS, sebuah permintaan yang masih berlaku,” tutur dia.

Posisi AS saat ini adalah "pelanggaran yang jelas terhadap Perjanjian Doha yang bukan untuk kepentingan AS maupun Afghanistan," sebut jubir Taliban.

Kelompok itu mengutuk keras AS dan negara-negara lain karena "membuat pernyataan provokatif seperti itu dan mencoba mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan," sebut pernyataan itu.

"Pernyataan para pejabat AS seperti itu adalah pengulangan dari eksperimen yang gagal di masa lalu dan posisi seperti itu merugikan Amerika," kata pejabat Taliban itu.

“Kami mendesak agar kebijakan yang salah ini segera dibalik melalui interaksi diplomatik,” tukas dia. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: VIDEO POPULER Ibu Muda Aceh Utara di Medan, Bawa Obor Keliling Desa sampai Macet PPKM di Lhokseumawe

Baca juga: BERITA POPULER - Ekonomi Timor Leste Terpuruk, Nekat Nikahi Ayah Kandung hingga Pemuda Gauli IRT

Baca juga: BERITA POPULER - Adik Hamili Kakak Kandung, Suami di Kamar Mandi hingga Sosok AKBP Padli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved