Senin, 8 Juni 2026

Berita Internasional

Drone Ditembak Jatuh, Iran Balas Gempur Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk

AS mengklaim berhasil mencegat rudal dan drone Iran, sementara Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas aksi militer Amerika sebelumnya

Tayang:
Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/HO
GEMPUR PANGKALAN MILITER AS - Asap mengepul setelah rudal Iran membuat dampak di pangkalan militer AS di Kuwait pada 28 Februari 2026. Iran kembali menggempur pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan rudal setelah drone ditembak jatuh. 

Ringkasan Berita:
  • Iran kembali melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
  • AS mengklaim berhasil mencegat rudal dan drone Iran, sementara Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas aksi militer Amerika sebelumnya.
  • Kuwait dan Bahrain meningkatkan status siaga, sedangkan dunia internasional mengkhawatirkan eskalasi konflik yang dapat meluas di kawasan Teluk.

 

AS mengklaim berhasil mencegat rudal dan drone Iran, sementara Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas aksi militer Amerika sebelumnya.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah (Timteng) kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026).

Sasaran serangan kali ini berada di wilayah Kuwait dan Bahrain yang menjadi lokasi penempatan fasilitas militer Amerika di kawasan tersebut.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) menyatakan, bahwa Iran menembakkan sejumlah rudal balistik yang diarahkan ke kawasan Teluk, termasuk wilayah sekitar Selat Hormuz.

Militer AS mengaku telah mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat rudal maupun drone yang dianggap mengancam keamanan jalur pelayaran internasional serta instalasi militer di kawasan itu.

Serangan terbaru tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan telah menembak jatuh empat drone Iran yang dinilai membahayakan lalu lintas maritim di kawasan Teluk.

Selain itu, militer AS juga melaporkan telah melakukan serangan terhadap sejumlah instalasi radar di pesisir selatan Iran sebagai langkah yang diklaim untuk melindungi pasukan dan kepentingan navigasi internasional.

Baca juga: Iran Bombardir Bandara Kuwait dengan Drone dan Rudal sebagai Balasan Serangan AS

Di sisi lain, otoritas Iran menyatakan, serangan rudal yang dilakukan merupakan bentuk balasan terhadap aksi militer Amerika sebelumnya.

Media Pemerintah Iran mengutip pernyataan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyebutkan, bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan yang menewaskan warga sipil di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.

Bahrain dan Kuwait Siaga Tinggi

Sementara itu, situasi keamanan di Kuwait dan Bahrain pun dilaporkan menjadi semakin tegang menyusul peluncuran rudal Iran tersebut.

Pemerintah Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi ancaman serangan.

Sejumlah ledakan yang terdengar di wilayah itu dilaporkan berasal dari proses pencegatan rudal dan drone oleh sistem pertahanan militer.

Pihak militer Kuwait menyatakan, seluruh aparat keamanan berada dalam kondisi siaga penuh untuk menjaga stabilitas dan melindungi fasilitas vital negara.

Langkah antisipasi dilakukan mengingat beberapa hari sebelumnya kawasan tersebut juga sempat diguncang serangan yang berdampak pada Bandara Internasional Kuwait.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved