Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Pasar Duafa Mbacang Lade Telantar, Material Seng dan Pintu Kios Raib

Bangunan kios dhuafa itu sudah lama ditelantarkan sekitar 5 tahun. Bahkan, sebagian seng, pintu, material kayu dan lainnya raib.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinker) Aceh Tenggara, Ramisin SE 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pasar Dhuafa di Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, yang dibangun tahun 2015 yang lalu ditelantarkan.

"Seng, pintu, material bangunan kios dhuafa raib digondol maling," ujar Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinker) Aceh Tenggara, Ramisin SE kepada Serambinews.com, Selasa (14/9/2021).

Bangunan kios dhuafa itu sudah lama ditelantarkan sekitar 5 tahun. Bahkan, bangunan itu, sebahagian seng, pintu, material broti, dan jenis lainnya raib.

Kata Ramisin, bangunan kios dhuafa itu materialnya banyak yang hilang akibat di maling dan sejumlah pelaku kawanan maling telah ditangkap aparat kepolisian.

Menurut Ramisin, bangunan Pasar Dhuafa ini kondisinya sudah memperihatinkan dan jika difungsikan harus direhab fasilitas bangunan yang telah dibongkar maling dan fasilitas pendukung lainnya.

Namun, untuk saat ini, menurut Ramisin, bangunan kios dhuafa itu tidak bisa disentuh Pemkab Aceh Tenggara, karena saat ini lahan seluas satu hektare tempat berdirinyanya pembangunan kios dhuafa itu dalam kasus sengketa atau digugat pihak keluarga pemilik tanah.

"Sebenarnya tanah itu dari awal sudah dibebaskan Pemkab Aceh Tenggara, tapi mereka tidak tau bisa terjadi gugatan pihak keluarga kepada Pemkab," katanya.

Baca juga: Kabur Usai Rampok dan Aniaya Sopir Truk di Aceh Tamiang, Dua Buronan Ditangkap di Deliserdang Sumut

Baca juga: Menko Airlangga Dorong Industri Musik Lebih Kreatif Kembangkan Musik Berbasis Digital

Baca juga: Habis Limit, 51 Dosis Vaksin Sinovac Terbuang di Aceh Besar, 4 Dosis Rusak

Terkait hal itu, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengatakan, pembebasan lahan Pasar Dhuafa di Mbacang Lade Aceh Tenggara ini harus ditelusuri Kejati Aceh.

“Kita ingin tahu berapa besar anggaran untuk pembebasan lahan ini dan berapa harganya permeter. Kemudian itu, perlu juga ditelusuri bagaimana mekanisme pembebasan lahan, kenapa muncul dibelakang ketika bangunan sudah berdiri, lalu ada pihak yang mengugat tanahnya ke Pemkab sehingga menjadi sengketa dan pasar dhuafa jadi telantar,” Ujarnya.

"Saya minta Kejati Aceh usut pengadaan tanah Pasar Dhuafa Mbacang Lade di Aceh Tenggara," pinta Askhalani SHI. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 280 pintu kios dan 368 lapak dagang yang telah dibangun pada tahun 2015 dan dibagikan kepada para pedagang pada Agustus 2016 yang lalu masih belum ditempati hingga Selasa (14/9/2021).

Sebagian bahan bangunan kios duafa sudah hilang, seperti seng, kosen dan lainnya, serta rerumputan tumbuh subur.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved