Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Ini Identitas ABK Enam Kapal Nelayan Penangkap Ikan dengan Memakai Kompresor di Aceh Singkil

Tim gabungan mengamankan 6 perahu nelayan yang menggunakan kompresor untuk menangkap ikan di Ujung Batu, Kecamatan Pulau Banyak, Rabu (15/9/2021). 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Barang bukti kompresor yang digunakan nelayan menyelam untuk menangkap ikan dibawa Kapal Lumba-lumba milik Dinas Perikanan Aceh Singkil, Rabu (15/9/2021) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Tim gabungan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Dinas Perikanan Aceh Singkil, dan Satpol Airud Polres Aceh Singkil, mengamankan enam perahu nelayan yang menggunakan kompresor untuk menangkap ikan di kawasan Ujung Batu, Kecamatan Pulau Banyak, Rabu (15/9/2021). 

Identitas ABK enam kapal nelayan yang menangkap ikan dengan memakai kompresor tersebut masing-masing adalah:

1. KM tanpa nama (warna lambung biru les hitam orange) di bawah 5 GT dengan ABK dua warga Teluk Nibung, yaitu Yarman (35) sebagai nakhoda dan penyelam serta Hendirman (40) sebagai petugas ulur selang.

2. KM tanpa nama (les orange dan coklat) ukuran di bawah 5 GT dengan ABK dua warga Teluk Nibung, yaitu Syukri (31) sebagai nakhoda dan penyelam serta Salmuan (44).

3. KM tanpa nama (warna hijau dan merah tua) ukuran di bawah 5 GT dengan ABK 3 warga Teluk Nibung, yaitu Itha (31), Yuberius (29) selaku penyelam dan Jadirahman (21) selaku penyelam.

4. KM tanpa nama (warna orange dan biru) ukuran  di bawah 5 GT dengan ABK warga Teluk Nibung, Heri Sukmawan (31) sebagai nahkoda dan penyelam.

Baca juga: Tim Gabungan Amankan Nelayan Kompresor di Aceh Singkil, Peralatan Diminta Diserahkan Secara Sukarela

5. KM tanpa nama (warna merah dan hijau muda) ukuran  di bawah 5 GT dengan ABK Teluk Nibung Sapardin Zai (37).

6.  KM tanpa nama (warna merah putih dan hijau) ukuran di bawah 5 GT dengan ABK 3 warga Ujung Sialit, yaitu Arti Zai (23) pemilik sekaligus penyelam, Darma Gule (19) nahkoda sekaligus penyelam, dan Boy (16) selaku penyelam.

Sebelumnya, tim gabungan meminta kepada nelayan yang diamankan tersebut untuk menyerahkan kompresor yang dijadikan alat bantu menangkap ikan secara suka rela.

Sementara untuk nelayan yang menjadi pelaku penangkapan ikan memakai kompresor dibina dengan melibatkan aparatur desa dan tokoh masyarakat agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. 

Hal itu dilakukan tim gabungan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Dinas Perikanan Aceh Singkil, dan Satpol Airud Polres Aceh Singkil, lantaran kedapatan menggunakan alat bantu kompresor. 

Ada enam perahu nelayan yang menggunakan kompresor diamankan petugas saat melakukan operasi pengamanan laut di kawasan Ujung Batu, Kecamatan Pulau Banyak, Rabu (15/9/2021). 

Baca juga: Kasus Nelayan Kompresor di Simeulue, 14 Orang Divonis Bersalah

Petugas mengamankan para nelayan yang sedang beroperasi lantaran alat bantu penangkapan ikan menggunakan kompresor dilarang Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

"Hasil musyawarah tim, kompresor kami minta diserahkan secara suka rela. Sementara pelaku dilakukan pembinaan dengan melibatkan tokoh masyarakat," kata Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir Samsul Kamal.

Sementara itu, barang bukti kompresor serta awak kapal diamankan ke Kantor Dinas Perikanan Aceh Singkil untuk proses lebih lanjut. Sedangkan perahunya diamankan di Pulau Banyak.

Uniknya semua perahu yang menggunakan kompresor tanpa dilengkapi nama, lima unit merupakan milik penduduk Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak dan satu unit milik warga Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir Samsul Kamal menjelaskan, operasi dilakukan dalam upaya menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

Baca juga: Pengawasan di Kawasan Konservasi Perairan Terhenti, Nelayan Kompresor di Simelue Kembali Beraksi

Nelayan yang diamankan itu diharapkan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Sebab kompresor berbahaya bagi keselamatan penggunanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved