Minggu, 26 April 2026

Internasional

Wanita Afghanistan Membalas Taliban dengan Kampanye #DoNotTouchMyClothes

Wanita Afghanistan memulai kampanye online untuk memprotes aturan ketat berpakaian Taliban untuk siswa perempuan.

Editor: M Nur Pakar
Twitter
Baju tradisional yang berwarna-warni dan pernak-pernik wanita Afghanistan telah dilarang oleh Taliban. 

Memposting foto dirinya di Twitter dengan gaun hijau Afghanistan, dia mendesak wanita Afghanistan lainnya untuk membagikan foto untuk menunjukkan wajah asli Afghanistan.

"Saya ingin memberi tahu dunia, pakaian yang Anda lihat di media bukan budaya kami, itu bukan identitas kami," katanya.

Banyak yang terkejut dengan cara para wanita itu berpakaian di rapat umum pro-Taliban.

Dipandang sebagai konsep asing bagi banyak orang Afghanistan yang terbiasa dengan pakaian tradisional yang berwarna-warni dan kaleidoskopik.

Setiap wilayah Afghanistan memiliki pakaian tradisionalnya sendiri, tetapi terlepas dari keragamannya, semuanya memiliki tema yang sama: banyak warna, cermin, dan bordir.

Dan para wanita memiliki pemikiran yang sama - bahwa pakaian mereka adalah identitas mereka.

"Ini adalah pakaian asli Afghanistan kami, wanita Afghanistan mengenakan pakaian yang penuh warna dan sederhana," tweeted Spozhmay Maseed, seorang aktivis hak yang berbasis di Virginia.

"Burqa hitam tidak pernah menjadi bagian dari budaya Afghanistan," tambahnya.

"Selama berabad-abad, kami telah menjadi negara Islam dan nenek kami telah berpakaian sopan dengan pakaian tradisional mereka sendiri," tambahnya.

"Bukan 'chadari' biru yang dibuat-buat dan burqa hitam Arab," kata Maseed.

Baca juga: Ribuan Warga Kandahar Protes Taliban, Warga Digusur dari Asrama Tentara

"Pakaian tradisional kami mewakili budaya dan sejarah kami yang kaya selama 5.000 tahun yang membuat setiap orang Afghanistan merasa bangga dengan siapa mereka," ujarnya.

Bahkan mereka yang tinggal di bagian paling konservatif di negara itu mengatakan belum pernah melihat wanita mengenakan niqab, pakaian hitam yang menutupi wajah.

Sementara, beberapa wanita Afghanistan sudah mulai berpakaian lebih sederhana dan "chadari" - pakaian biru dengan hanya persegi panjang jala di depan mata telah muncul kembali.

Lebih banyak wanita terlihat memakainya di Kabul dan kota-kota lain.

Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Haqqani mengatakan universitas akan dipisahkan dan jilbab diwajibkan bagi semua siswa perempuan.

Tetapi dia tidak merinci apakah ini berarti jilbab atau penutup wajah wajib.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved