Breaking News:

Info Singkil

Budaya Suku Singkil Diverifikasi Sebelum Didaftarkan Jadi Warisan Budaya Tak benda

"Kami melakukan verifikasi data dan pematangan warisan budaya tak benda yang akan diusulkan tahun 2021," kata Dharma. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Dskusi verifikasi data warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2021 dengan tema mengenal dan melestarikan warisan budaya Singkil di Warung Sinanggel, kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Kamis (16/9/2021). 

"Kami melakukan verifikasi data dan pematangan warisan budaya tak benda yang akan diusulkan tahun 2021," kata Dharma. 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh melakukan verifikasi data budaya suku Singkil, sebelum diusulkan jadi warisan budaya tak benda tahun 2022.

Selain itu juga digelar diskusi dalam rangka mengenal dan melestarikan warisan budaya suku Singkil, sebelum dicatat dan didaftarkan, di Warung Sinanggel di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kamis (16/9/2021). 

Diskusi dihadiri Dharma Kelana Putra dari BPNB Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Khalilullah, Tokoh Adat Aceh Singkil, Mu'adz Vokhry, serta pegiat seni budaya. 

"Kami melakukan verifikasi data dan pematangan warisan budaya tak benda yang akan diusulkan tahun 2021," kata Dharma. 

Tahap pendaftaran warisan budaya tak benda, diusulkan dinas tingkat kabupaten ke dinas provinsi.

Selanjutnya, dinas provinsi mengusulkan ke pusat.

Baca juga: Aceh Ujung Tombak Jalur Rempah Nasional Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke Unesco

Sementara urgensi penetapan warisan budaya tak benda antaralain, merupakan warisan leluhur.

Kemudian, agar tidak diklaim daerah lain atau negara lain serta kearifan lokal terdokumentasikan dengan baik.

Sementara Mu'adz Vokhry tokoh budaya Aceh Singkil, sarankan Gegunungan menjadi warisan budaya tak benda suku Singkil yang diusulkan selain warisan budaya lain. 

"Harus bangga dengan budaya sendiri. Budaya lain bukan tak bagus, tapi harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan budaya kapan harus tampil," ujarnya. 

Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Khalilullah, mengajak semua pihak memulai meneliti dan mencatat jika dalam kehidupan sehari-hari menemui seni dan budaya. 

"Kalau ada yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari terkait seni budaya perlu ditelita. Kami akan cek , sudahkah terdaftar atau tidak dan ditempat lain apakah sudah ada," ujarnya.(*)

Baca juga: Dinas Perkim Aceh Rencana Pugar Masjid Raya Baiturrahman dan Usul Jadi Warisan Budaya Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved