Sabtu, 25 April 2026

Viral, Video Kapal Perang China di Laut Natuna Utara, Nelayan Takut, Ini Respon Cepat Pangkormada I

Dalam video itu, terlihat ada enam kapal perang asal China di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI)

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Koarmada I      
KRI dari unsur Koarmada I, dikerahkan ke Laut Natuna Utara, untuk patroli di kawasan tersebut terkait viralnya video Kapal Perang China mondar-mandir di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), Jumat (17/9/2021) 

Dalam video itu, terlihat ada enam kapal perang asal China di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) .

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM  - Viral sejumlah video direkam nelayan di koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Dalam video itu, terlihat ada enam kapal perang asal China di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) .

Berhubung keberadaan kapal perang negara asing yang mondar-mandir itu, sejumlah nelayan di Kepulauan Riau merasa ketakutan.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Laut Natuna Utara, Senin (13/9/2021).

Adapun kapal yang terlihat paling jelas adalah destroyer Kunming-172. 

Baca juga: VIDEO - TNI AL Siagakan 5 Kapal Perang di Laut Natuna, Siap Hadapi Invasi Kapal China

Mendengar kabar itu, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, SE, MAP, merespon cepat dengan melakukan patroli udara, Jumat (17/9/2021). 

Patroli udara ini untuk memastikan kehadiran unsur TNI AL di Laut Natuna Utara, Kepualauan Riau. 

Dalam keterangan pers saat mendarat di Bandar Udara Ranai, Pangkoarmada I kembali menyinggung tugas TNI AL sesuai Pasal 9 Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

Atas dasar tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam. 

Oleh karena itu TNI AL mengerahkan 5 KRI secara bergantian paling tidak ada 3 atau 4 KRI berada di Laut Natuna Utara.

Baca juga: VIDEO - Lacak Kapal Perang Cina di Laut Natuna Utara, TNI AL Kerahkan 4 KRI

Sementara lainnya melaksanakan bekal ulang, sehingga dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia.  

“Selain KRI, Operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim secara rutin di wilayah tersebut," kata Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved