Breaking News:

Internasional

AS Khawatirkan Sidang Majelis Umum PBB Dapat Memicu Penyebaran Super Covid-19

Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu depan.

Editor: M Nur Pakar
(Jewel Samad / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di hadapan Majelis Umum PBB pada tahun 2016 lalu. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu depan.

Pemerintahan Joe Biden pertemuan itu bisa menjadi "acara penyebaran super Covid-19, lansir CBS News, Senin (20/9/2021).

Para pemimpin dari seluruh dunia akan berkumpul di New York City tanpa harus mematuhi persyaratan baru.

Seperti mengamanatkan bukti vaksinasi untuk semua aktivitas di dalam ruangan.

Lebih dari 100 presiden, perdana menteri, dan kepala negara lainnya akan memberikan pidato langsung di acara dua minggu itu.

Tahun lalu, pandemi memaksa para pemimpin dunia untuk menjadi virtual.

Baca juga: Kasus Virus Corona Uni Emirat Arab Terus Turun ke Titik Terendah

Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid mengatakan akan mematuhi sistem kehormatan dalam hal vaksinasi.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang mengatakan tidak divaksinasi tetapi memiliki antibodi dari infeksi Covid-19 tahun lalu, mengumumkan akan hadir secara langsung.

Dia menentang persyaratan vaksin Kota New York.

"Kami prihatin tentang acara PBB menjadi acara penyebaran super Covid-19," kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.

"Kami perlu mengambil semua tindakan untuk memastikan itu tidak menjadi acara penyebaran super virus," harapnya.

Baca juga: Vaksinasi, Solusi Cepat Meredam Virus Corona

"Para pemimpin dunia harus bertanggung jawab, dan mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," jelasnya.

"Harus memastikan tindakan mereka tidak mengarah membahayakan kesehatan dan keselamatan rakyat New York," tambahnya.

"Semua peserta di sini di gedung PBB dan tidak membawa Covid-19 kembali ke negara asal mereka," ujar Thomas-Greenfield.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved