Kamis, 9 April 2026

Berita Lhokseumawe

Pipa Jargas Bocor Sudah Sebulan di Lhokseumawe Tapi Belum Diperbaiki, Ini Tanggapan PTPL

Warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dalam satu bulan ini mengeluh terkait bau gas yang menyengat

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Gelembung air yang terjadi akibat adanya kebocoran gas di Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Foto direkam Senin (20/9/2021) 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dalam satu bulan ini mengeluh terkait bau gas yang menyengat di lingkungan mereka.

Bau gas tersebut diduga akibat adanya kebocoran dari pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga.

Lokasi kebocoran tepat di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, di Pintu 1 Arun, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Namun sampai dengan Senin (20/9/2021), kebocoran pipa tersebut belum juga diperbaiki.

Baca juga: Ini Cerita Ketua YARA Langsa Sebelum Mobil Toyota Harriernya Dibakar

Direktur PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Abdul Gani, mengakui kalau adanya kebocoran di pipa induk jargas. 

Dijelaskan, dasarnya yang mengelola Jargas adalah PT Perta Gas Niaga.

Sedangkan pihak PTPL dalam hal ini, bekerjasama dengan PT Perta Gas Niaga hanya dalam kapasitas pencacatan meteren di rumah pelanggan.

Jadi, lanjut Abdul Gani, pipa induk yang bocor tersebut masih dibawah PT Perta Gas Niaga.

"Namun dikarenakan kami (PTPL) berada di Lhokseumawe, maka kita pun siap membantu untuk memperbaiki kebocoran pipa tersebut," paparnya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Ini Daftar Rincian Harga Emas per Gram, Senin (20/9/2021)

Namun belum diperbaiki sampai sekarang, dikarenakan terkendala dengan kesediaan pipa.

"Pipa yang bocor tersebut berukuran sekitar 125 cm. Sedangkan yang ada stok sekarang ini pipa ukuran 180 cm. Jadi kita sudah berkoordinasi dengan pihak di Lhoksukon Aceh Utara.

Bila di Lhoksukon ada pipa ukuran 125 cm sepanjang sekitar satu meter saja, maka akan langsung diganti dengan pipa yang bocor sekarang ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Peutuha Peut Meuria Paloh, Huasni Thamrin, kepada Serambinews.com, menjelaskan, kebocoran sudah terjadi sekitar satu bulan lalu. 

"Di lokasi tersebut ada beberapa titik kebocoran, sehingga baunya sangat menyengat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved