Breaking News:

Internasional

Inggris Ujicoba Booster Vaksin Virus Corona, Ditargetkan Orang Lanjut Usia

Pemerintah Inggris sedang melakukan ujicoba booser Vaksin Virus Vorona. Dikatakan, penguat itu tahan terhadap varian baru Covid-19 dan sedang diuji

Editor: M Nur Pakar
AFP
Petugas mempersiapkan suntikan booster vaksin Covid-19 di Inggris. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Inggris sedang melakukan ujicoba booser Vaksin Virus Vorona.

Dikatakan, penguat itu tahan terhadap varian baru Covid-19 dan sedang diuji coba di Manchester, Inggris.

Vaksin mRNA, yang dikenal sebagai GRT-R910, dapat menghilangkan kebutuhan vaksin Covid-19 yang terus diperbarui untuk melawan penyakit yang muncul.

Subjek pertama dari uji coba booster, pasangan pensiunan Andrew Clarke (63) dan istrinya Helen, seorang mantan perawat berusia 64 tahun.

Keduanya menerima suntikan booster mereka pada Senin (20/9/2021).

Baca juga: India Lanjutkan Ekspor Vaksin Covid-19, Bekerjasama dengan PBB

Dilansir AFP, Selasa (21/9/2021), sebanyak 20 sukarelawan lainnya, semuanya berusia di atas 60 tahun merupakan kelompok populasi yang paling rentan juga akan menerima suntikan.

Uji coba lebih lanjut di demografi rentan lainnya juga direncanakan.

Para ilmuwan di perusahaan farmasi AS Gritstone, bekerja sama dengan University of Manchester dan Manchester University NHS Foundation Trust, akan mempelajari dosis.

Selain tolerabilitas, imunogenisitas dan efek samping selama empat bulan setelah pemberian awal.

Mereka berharap hasilnya akan diketahui pada awal 2022.

Baca juga: Amerika Serikat dan Prancis Kembali Berikan Vaksin Covid-19 ke Indonesia

“Kami sekarang tahu, respons kekebalan terhadap vaksin generasi pertama dapat berkurang, terutama lanjut usia ,” kata Prof. Andrew Ustianowski, kepala peneliti studi di University of Manchester.

“Ditambah dengan prevalensi varian yang muncul, ada kebutuhan yang jelas untuk kewaspadaan berkelanjutan untuk mencegah Covid-19,” tambahnya.

“Kami pikir GRT-R910 sebagai vaksinasi booster akan menimbulkan respons imun yang kuat, tahan lama, dan luas," jelasnya.

"Kemungkinan besar penting dalam menjaga perlindungan populasi lansia yang rentan ini, terutama berisiko dirawat di rumah sakit dan kematian," jelasnya.(*)

Baca juga: Memaksimalkan Vaksin Covid-19, Muspika Peusangan Gelar Sosialisasi di Pante Ara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved