Rabu, 3 Juni 2026

Kunjungi USK, Tim Wantannas Bahas UUPA dengan Akademisi

Tim Pengkajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI dalam kunjungannya ke Aceh, turut menyambangi Universitas Syiah Kuala

Tayang:
Editor: bakri
FOTO HUMAS USK
Rektor (USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEANEng, menyerahkan cendera mata kepada Ketua Tim Pengkajian Daerah Setjen Wantannas, Maulana SH MH, di Balai Senat universitas tersebut, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (21/9/2021). 

BANDA ACEH - Tim Pengkajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI dalam kunjungannya ke Aceh, turut menyambangi Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (21/9/2021). Tim tersebut datang ke Aceh untuk meninjau implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Kedatangan tim yang diketuai Maulana SH MH ke USK, kemarin, disambut Rektor USK Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEANEng, didampingi Wakil Rektor dan sejumlah dekan. Setelah itu, kedua belah pihak melakukan pertemuan di Balai Senat USK, Kantor Pusat Administrasi USK, Darussalam, Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Wantannas meminta pandangan dan masukan dari akademisi USK mengenai penerapan UUPA. Rektor USK menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari tingkat kemiskinan yang tinggi, isu kesehatan seperti stunting, dan dana otonomi khusus (otsus).

Menurut Prof Samsul Rizal, pengelolaan dana ostus selama ini masih jauh dari harapan. Untuk itu, ia meminta kepada Wantannas untuk menyampaikan kepada Presiden, agar melakukan kajian yang komprehensif untuk diketahui akar masalah, setelahnya dievaluasi.

"Saran saya, harusnya Pemerintah Pusat, oleh Presiden, siapapun orang atau tim yang ditunjuk nantinya untuk mengkaji secara mendalam persoalan dana otsus ini. Sudah puluhan triliun rupiah dana dikucurkan. Menurut saya, dana otsus sebaiknya dikelola oleh satu badan khusus," kata Prof Samsul Rizal seperti disampaikan Koordinator Humas USK, Ferizal Hasan SE, kepada Serambi, kemarin.

Namun begitu, Rektor USK berharap otsus tetap diperpanjang dengan catatan tata kelola diperbaiki. Dengan tata kelola dan peruntukkan tepat sasaran, ia optimis kemiskinan di Aceh yang relatif masih tinggi dapat diturunkan. "Saya khawatir jika otsus tidak diperpanjang, maka akan muncul konflik baru, tapi bukan konflik bersenjata," jelas Rektor.

Sementara itu, Ketua Tim Pengkajian Daerah Wantannas, Maulana SH MH, berterimakasih atas beberapa paparan dan saran yang disampaikan akademisi USK. Ia mengaku senang bisa mendapat masukan dari akademisi. "Terima kasih untuk Pak Rektor, Wakil Rektor, dan para dekan untuk segala masukannya. Kami memohon maaf untuk keterbatasan waktu," ucap Maulana. (jal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved