Rabu, 8 April 2026

Internasional

Lebanon Naikkan Harga Bahan Bakar untuk Kedua Kalinya

Pemerintah baru Lebanon menaikkan harga bahan bakar sebesar 16% untuk kedua kalinya dalam lima hari pada Rabu (22/9/2021).

Editor: M Nur Pakar
AP
Pengendara sepeda motor menunggu untuk mendapatkan jatah bahan bakar di sebuah pompa bensin di Beirut, Lebanon 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pemerintah baru Lebanon menaikkan harga bahan bakar sebesar 16% untuk kedua kalinya dalam lima hari pada Rabu (22/9/2021).

Itu menjadi bagian dari pencabutan subsidi secara bertahap di negara yang dilanda krisis itu.

Dilansir AP, Rabu (22/9/2021), kenaikan harga bahan bakar akibat pasokan terbatas dan lebih dekat ke harga pasar gelap.

Kebijakan itu diambil setelah peringatan dari Bank Sentral Lebanon tidak dapat lagi terus mensubsidi bahan bakar yang telah menguras cadangan devisanya.

Kementerian Energi mengumumkan harga baru dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah baru, yang dikonfirmasi oleh parlemen minggu ini, mengatakan pencabutan subsidi yang mencapai miliaran dolar As akan menjadi salah satu prioritasnya.

Baca juga: Hizbullah Akhirnya Berhasil Membawa Minyak Iran ke Lebanon, Walau Melanggar Sanksi AS

Lebanon telah mengalami krisis ekonomi dan keuangan yang oleh Bank Dunia digambarkan sebagai salah satu yang terburuk di dunia dalam 150 tahun terakhir.

Negara itu jatuh ke dalam kekacauan keuangan dan pemiskinan ketika krisis berlangsung pada akhir 2019.

Negara kecil berpenduduk 6 juta jiwa, termasuk pengungsi Suriah, telah bergulat dengan kekurangan bahan bakar.

Selain obat-obatan, dan barang-barang pokok karena cadangan devisa berkurang dan ekonomi berkontraksi.

Mata uang nasional telah jatuh bebas, kehilangan lebih dari 90% nilainya.

Sejak itu, mata uang Lebanon yang bergantung pada impor memiliki beberapa nilai tukar, termasuk yang diatur untuk mengatur impor.

Bank Sentral mengatakan bulan lalu akan mulai memberikan kredit kepada importir bahan bakar dengan harga pasar, yang secara efektif menandakan berakhirnya subsidi.

Baca juga: Jurnalis Televisi Lebanon Dilarang Masuk Istana Kepresidenan, Gara-gara Sebut Aoun

Prioritas pemerintah memulai kembali negosiasi dengan Dana Moneter Internasional untuk paket pemulihan.

Pembicaraan dengan mantan pemerintah gagal setelah ketidaksepakatan mengenai ruang lingkup masalah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved