Internasional
Lebanon Naikkan Harga Bahan Bakar untuk Kedua Kalinya
Pemerintah baru Lebanon menaikkan harga bahan bakar sebesar 16% untuk kedua kalinya dalam lima hari pada Rabu (22/9/2021).
Lebanon gagal bayar utang luar negerinya untuk pertama kalinya pada Maret 2020.
Tidak segera jelas apakah ini adalah kenaikan harga akhir sebelum subsidi dicabut sepenuhnya.
Setelah kenaikan harga gas pada Rabu (22/9/2021), orang harus membayar sekitar sepuluh kali lebih banyak untuk bahan bakar dibandingkan sebelum krisis.
Satuan ukuran umum 20 liter bensin beroktan 95 berharga 202.400 pound Lebanon atau $14,45, sekitar Rp 205 ribu per liter.
Mata uang Lebanon, yang dipatok selama 30 tahun terhadap dolar pada 1.500 pound Lebanon seharga $1, turun sepuluh kali lipat di pasar gelap.
Saat ini diperdagangkan sekitar 15.400 pound Lebanon per dolar AS pada Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Mantan PM Lebanon Kabur ke AS, Hindari Panggilan Pengadilan Atas Kasus Ledakan Pelabuhan Beirut
Dengan harga yang naik begitu tajam, banyak SPBU tidak bisa menangani angka lima digit baru di layar, sehingga menampilkan pesan "gagal".
Beberapa SPBU ditutup saat mencari solusi untuk dilema tersebut.
AntrEan panjang di luar SPBU sering berujung pada kekacauan atau kekerasan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
SPBU menjatah jumlah bensin yang mereka distribusikan.
Harga solar untuk pembangkit listrik lokal, kebutuhan karena pasokan nasional hampir tidak ada juga telah naik sepuluh kali lipat.
Dengan demikian, hampir tidak mungkin bagi banyak keluarga untuk mengamankan listrik untuk rumah mereka.
Banyak bisnis harus tutup.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antrean-di-spbu-lebanon-memicu-keributan.jpg)