Internasional
Pengusaha Herat Keluhkan Kutipan Pajak Taliban dan Barang Menumpuk di Bea Cukai
Para pengusaha di kota perdagangan Afghanistan yang bersejarah, Herat mengkhawatirkan masa depannya.
SERAMBINEWS.COM, HERAT - Para pengusaha di kota perdagangan Afghanistan yang bersejarah, Herat mengkhawatirkan masa depannya.
Mereka setelah dihantam perang, ditambah pemungutan pajak dan tumpukan barang untuk menyelesaikan bea cukai.
Kota terbesar ketiga di negara itu adalah pusat strategis di sepanjang Jalur Sutra kuno, perbatasan terdekat ke Iran dan Turkmenistan.
Dilansir AFP, Herat juga sebagai penghasil utama pendapatan bagi negara Afghanistan.
Taliban menyalahkan korupsi yang merajalela oleh pemerintah sebelumnya untuk biaya bagi importir.
Saat ini, pengusaha di Herat menghadapi kerugian jika kelompok Islam garis keras itu tidak menurunkan pajak.
"Saya merasa benar-benar putus asa," kata pedagang Faghir Ahmad kepada AFP.
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus, harga pangan naik, biaya bahan bakar naik, sehingga keuntungan makin kecil.
Baca juga: Taliban Perintahkan Pegawai Perempuan Tetap di Rumah, Kecuali Pekerjaan Khusus Wanita
Bank Sentral Afghanistan hanya memiliki akses ke sebagian kecil dari pembiayaan biasa.
Karena telah terputus dari sistem perbankan internasional dan cadangan mata uang asingnya sendiri.
Ini berarti persediaan uang tunai terbatas dan bank memberlakukan batas penarikan mingguan sebesar $200 per orang.
“Pertama ketika Taliban datang, orang-orang sangat senang karena melihat keamanan akan datang," kata Ahmad.
"Tetapi sayangnya sekarang, harga untuk semuanya naik dan orang-orang tidak mampu membeli barang-barang,” kata Ahmad, yang mengimpor makanan dari Iran.
Ahmad merupakan salah satu dari sekitar 40 pemimpin bisnis Herat pada pertemuan Kamar Dagang kota Herat yang gaduh minggu ini.
Mereka mengeluhkan pajak dan tumpukan 3.000 truk yang menunggu untuk diproses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buruh-di-herat-afghanistan-turunkan-barang.jpg)