Percepatan Vaksinasi Siswa agar Bisa Belajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, mengatakan, percepatan vaksinasi terhadap siswa yang sedang dilakukan pihaknya
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, mengatakan, percepatan vaksinasi terhadap siswa yang sedang dilakukan pihaknya saat ini agar anak didik bisa segera belajar tatap muka. Kadisdik menginginkan aktivitas sekolah di Aceh bisa normal kembali seperti sebelumnya. Sebab, proses belajar mengajar secara daring sudah berlangsung hampir dua tahun sejak pandemi Covid-19 melanda.
Hal itu disampaikan Alhudri via telepon kepada Serambi, Rabu (22/9/2021). Alhudri bersama Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, saat ini sedang berada di Aceh Tamiang untuk memastikan vaksinasi kepada siswa berjalan lancar. Vaksinasi, sebut Alhudri, adalah kemasalahatan umat.
"Supaya bisa adek-adek ni sekolah tatap muka, jangan daring lagi lah. Lost generasi kita takutnya, maunya tatap muka, saya kepengin sekolah segera tatap muka, balik kayak dulu lagi bercengkrama mereka, main bola lagi di sekolah ada les. Saya ingin anak-anak kita ini segera belajar tatap muka caranya dengan vaksinasi," ungkap Kadisdik Aceh.
Karena itu, sambung Alhudri, program vaksinasi untuk siswa digenjot. Apalagi, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring, perputaran ekonomi para pedagang di sekolah juga menurun.
"Sudah dua tahun kita vakum semua. Ekonomi apalagi, orang jualan gak berani di sekolah, kantin sekolah nggak ada lagi. Tukang kantin itu gimana nasibnya coba. Ini kalau kajian kami di sekolah ya, mungkin masih ada kajian lainnya terkait dampak-dampak lainnya," ujar Alhudri.
Alhudri juga menjelaskan soal ultimatumnya beberapa waktu lalu yang mempersilakan kepala SMA/SMK di Aceh untuk mundur jika tak mampu menyukseskan percepatan vaksinasi kepada siswa di sekolahnya masing-masing
Menurut Alhduri, pernyataannya yang membuat heboh Aceh itu sebenarnya hanya untuk memotivasi kepala sekolah agar segera mempercepat vaksinasi kepada siswa. "Itu kan sebagai motivasi saja. Mana mungkin, kan mengundurkan diri atau pemecatan itu tidaklah segampang membalik telapak tangan, kita memperhatikan seseorang. Harus ada proses, pemerintahan itu kan berjenjang naik dan berjenjang turun," jelas Alhudri.
Ia menambahkan, pernyataannya itu tak ubah seperti motivasi yang diberikan orang tua kepada anaknya yang sedang sakit saat disuruh minum obat. "Kayak orang dikasih obat. Dia sakit, kita bilang kalau nggak minum obat itu sebentar lagi datang jin, pasti minum dia. Akhirnya minum dan sembuh dia. Begitulah, itu kan hanya motivasi," kata dia. (dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekda-aceh-dr-taqwallah-mkes-didampingi-kadis-pendid.jpg)