Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

PGRI Aceh Mengadu ke DPRA, Khawatir Ancaman Pencopotan Kepsek dan Pemotongan BOS terkait Vaksinasi

Para guru ini datang untuk menyampaikan keluh kesahnya, setelah munculnya pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, yang meminta kepala

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian, menyambut delegasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, Rabu (22/9/2021) di ruang kerjanya 

Para guru ini datang untuk menyampaikan keluh kesahnya, setelah munculnya pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, yang meminta kepala sekolah mundur jika tidak mampu memenuhi target vaksinasi.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, Rabu (22/9/2021), beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian di ruang kerjanya Gedung DPRA, Banda Aceh

Para guru ini datang untuk menyampaikan keluh kesahnya, setelah munculnya pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, yang meminta kepala sekolah mundur jika tidak mampu memenuhi target vaksinasi.

Begitu juga terkait ancaman pemotongan Dana BOS yang disebut-sebut disampaikan Sekda Aceh, dr Taqwallah, jika tak memenuhi target vaksinasi ini, sebagaimana diberitakan salah satu media online.  

Wakil Ketua PGRI Aceh, Khairil, dalam pertemua ini menyampaikan, PGRI dan guru mendukung program vaksinasi terhadap siswa.

Namun karena di dunia pendidikan, maka mereka meminta pendekatan harus dilakukan secara humanis.

Katanya, ketika pemerintah memberi tekanan ke kepala sekolah, maka akan menimbulkan masalah di lapangan, nanti kepala sekolah menekan guru, dan guru menekan anak didik.

Tentu, katanya, kondisi itu akan membawa kondisi yang tidak baik dalam dunia pendidikan.

Baca juga: Soal Ultimatum Kadisdik ke Kepsek Terkait Vaksinasi Siswa, Alhudri: Itu Hanya Motivasi

“Kondisi  ini akan menganggu dua hal, yaitu hubungan kerja antara gutu dan kepala sekolah. Kedua, hubungan sosial antara guru dan sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, dengan jumlah siswa di Aceh yang mencapai 700 ribu orang dan target yang diberikan hingga 30 September, maka untuk mencapai 100 persen divaksin tidak mungkin.

Jika dipaksakan, maka akan menimbulkan konflik di sekolah dan dunia pendidikan.

Namun, lajutnya, ia sepakat jika ada deadline yang diberikan, namun tidak boleh final. Tapi hanya deadline untuk dilakukan evaluasi, sehingga jika ada masalah dalam pelaksanaan, maka dapat dicari solusi bersama. 

Hendra Budian pastikan tak ada pencopotan Kepsek

Menaggapi keluhan ini, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian memberikan garansi, dengan menjamin tidak ada pemotongan BOS dan pencopotan kepala sekolah akibat tidak mampu mencapai target vaksinasi.

Baca juga: Kapolda dan Pangdam Dukung Vaksinasi Siswa, Apresiasi Ketegasan Kadisdik Aceh

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved