Internasional
Perusahaan Listrik Lebanon Krisis Bahan Bakar, Negeri Terancam Gelap Gulita
erusahaan listrik negara Lebanon (EDL) mulai krisis bahan bakar. Diperkirakan, pemadaman total akan dilakukan di seluruh negeri pada akhir September
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Perusahaan listrik negara Lebanon (EDL) mulai krisis bahan bakar.
Diperkirakan, pemadaman total akan dilakukan di seluruh negeri pada akhir September 2021.
Dilansir AFP, Lebanon, dalam pergolakan kehancuran ekonomi terburuk dalam sejarah modern.
Ditambah kekurangan bahan bakar yang memburuk selama beberapa bulan terakhir dengan sebagian besar orang Lebanon mengandalkan generator swasta untuk listrik.
Perusahaan dapat menghasilkan kurang dari 500 megawatt dari bahan bakar minyak yang diperoleh melalui kesepakatan dengan Irak, katanya dalam sebuah pernyataan.
Dikatakan cadangan bahan bakar minyak Grade A dan Grade B telah mencapai titik kritis dan sudah habis untuk beberapa pabrik yang sekarang telah menghentikan produksi.
Baca juga: Lebanon Naikkan Harga Bahan Bakar untuk Kedua Kalinya
Abdulhakim Al-Yousef, Konselor Pernikahan. (Dipasok)
“Jaringan sudah mengalami pemadaman total di seluruh negeri tujuh kali dan jika ini terus berlanjut," kata EDL.
"Ada risiko tinggi mencapai pemadaman total dan total pada akhir September,” tambahnya.
Irak menandatangani perjanjian pada Juli 2021 dengan Lebanon.
Sehingga memungkinkan pemerintah Lebanon yang kekurangan uang membayar 1 juta ton bahan bakar minyak berat per tahun dalam bentuk barang dan jasa.
Bahan bakar minyak berat tidak cocok untuk digunakan di Lebanon, tetapi ditukar dalam tender untuk kelas yang sesuai.
EDL menganggap Bank Sentral Lebanon bertanggung jawab karena tidak mengamankan dolar dengan imbalan surplus mata uang dalam rekening perusahaan untuk menghasilkan listrik.
Baca juga: Konvoi Truk BBM dari Suriah Masuk Lebanon, Hizbullah Gambarkan Sebagai Kemenangan Rakyat
Di tempat lain, Hizbullah terus menyediakan bahan bakar untuk kota dan rumah sakit.
Berharap untuk mendapatkan diesel Iran melalui perusahaan Al-Amana, yang berada di bawah sanksi AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perusahaan-listrik-negara-lebanon.jpg)