Breaking News:

Plt Bupati-LSM ‘Berdamai’, Setelah Sempat Adu Mulut saat Rapat DPRK Bener Meriah

Setelah sempat terlibat adu mulut gegara spanduk tuntutan pencopotan Sekda dan dua kepala dinas pada sidang paripurna APBK-P

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Bupati Bener Meriah, Dailami, berpegangan tangan dengan Ketua LSM Garis Merah, Nasri Gayo, di rumah dinas bupati, Kampung Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Kamis (23/9/2021). 

REDELONG - Setelah sempat terlibat adu mulut gegara spanduk tuntutan pencopotan Sekda dan dua kepala dinas pada sidang paripurna APBK-P di ruang rapat DPRK Bener Meriah, Senin (20/9/2021) lalu, Plt Bupati Bener Meriah, Dailami dan Ketua LSM Garis Merah, Nasri Gayo, menggelar pertemuan di rumah dinas Plt Bupati, Kampung Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Kamis (23/9/2021).

Kehadiran Nasri bersama beberapa tokoh pemuda, atas undangan Plt Bupati Bener Meriah yang ingin bersiraturahmi dan menyampaikan permohonan maaf, atas kejadian itu. “Saya meminta maaf atas kejadian beberapa hari yang lalu. Kami akui, saat itu kami sempat emosi akibat cara penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh saudara Nasri, sehingga membuat sedikit kegaduhan di Sekretariat DPRK,” ucap Dailami kepada Nasri dan beberapa tokoh pemuda dalam pertemuan itu.

“Sebenarnya itu tidak akan terjadi, apabila penyampaian aspirasi dilakukan secara santun dan terjadwal. Selaku representasi pemerintah daerah, saya perlu meminta maaf dan ucapan terima kasih kepada saudara Nasri yang sudah memberikan keritikan dan saran kepada pemerintah,” tambah Dailami.

Plt Bupati Bener Meriah itu tetap berharap masukan, saran, dan kritik dari LSM Garis Merah dan LSM lainnya. Dengan adanya masukan, saran, dan kritikan agar pemerintah semakin baik. “Tidak dapat dipungkiri beberapa kebijakan, layanan dan program pemerintah semakin baik, akibat kritikan dan saran dari masyarakat. Dengan begitu, pembangunan Bener Meriah akan semakin jauh lebih baik,” tandas Dailami.

Sementara itu, Ketua LSM Garis Merah, Nasri Gayo, sangat berterimakasih atas undangan Plt Bupati Bener Meriah itu. “Kami memahami dengan situasi saat itu. Kami juga meminta maaf atas perdebatan yang kurang etis saat itu,” tandasnya.

Secara terbuka Nasri mengatakan, tujuan mereka mengeritik pemerintahan adalah agar roda pemerintahan di Bener Meriah semakin baik. “Pemerintahan yang baik adalah harapan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, tambah Ketua LSM Garis Merah tersebut, mereka akan tetap menggaungkan kritikan maupun saran demi perbaikan roda pemerintahan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Hal itu juga sebagaimana harapan pak Plt Bupati,”(bud)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved