Minggu, 12 April 2026

Internasional

Sudan Tutup Pintu Bagi Hamas, Seluruh Aset Pemberian Omar al-Bashir Disita

Pemerintah Sudan sudah menutup pintu bagi kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Pihak berwenang Sudan menguasai kembali aset-aset menguntungkan

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Gedung Kedutaan Besar AS di Khartoum, Sudan 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Pemerintah Sudan sudah menutup pintu bagi kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Pihak berwenang Sudan menguasai kembali aset-aset menguntungkan yang selama bertahun-tahun memberikan dukungan bagi Hamas.

Hal itu menjelaskan bagaimana negara itu berfungsi sebagai surga bagi kelompok Hamas di bawah mantan pemimpin Omar al-Bashir.

Pengambilalihan setidaknya selusin perusahaan yang menurut para pejabat terkait dengan Hamas, seperti dilansir Reuters, Kamis (23/9/2021).

Sehingga, telah membantu mempercepat penataan kembali Sudan dengan Barat sejak penggulingan Bashir pada 2019.

Selama setahun terakhir, Khartoum telah memenangkan penghapusan dari daftar negara sponsor terorisme AS.

Dengan demikian, berada di jalur untuk pembebasan utang lebih dari $ 50 miliar.

Baca juga: Upaya Kudeta di Sudan Gagal, Militer Ambil Kendali Pemerintahan

Hamas telah kehilangan pangkalan asing di Sudan.

Di mana anggota dan pendukung Hamas dapat tinggal, mengumpulkan uang, dan menyalurkan senjata dan dana Iran ke Jalur Gaza, kata analis Sudan dan Palestina.

Aset yang disita dirinci oleh sumber resmi Sudan dan sumber intelijen Barat menunjukkan jangkauan jaringan tersebut.

Menurut pejabat dari satuan tugas yang dibentuk untuk membongkar rezim Bashir, mereka termasuk real estat.

Kemudian, saham perusahaan, hotel di lokasi utama Khartoum, biro pertukaran, stasiun TV, dan lebih dari satu juta hektar lahan pertanian.

Sudan menjadi pusat pencucian uang dan pendanaan terorisme, kata Wagdi Salih, anggota gugus tugas Komite Membongkar Rezim 30 Juni 1989 dan Mengambil Dana Publik.

Dikatakan, sistemnya berupa penutup besar, payung besar, secara internal dan eksternal.

Sebuah sumber intelijen Barat mengatakan teknik yang digunakan di Sudan yang umum untuk kejahatan terorganisir.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved