Berita Banda Aceh
USK Peringati Dies Natalis Ke-60 Tanggal 29 September, Puan Maharani sebagai Dies Reader
"Ya, peringatan dies kita undur 27 hari agar sesuai dengan kesempatan waktu Ibu Puan Maharani untuk datang ke USK sebagai dies reader,"
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nurul Hayati
"Upacara diesnya kita mulai pukul 11.00 WIB. Undangan yang hadir secara luring terbatas, sedangkan yang lainnya akan berpartisipasi secara daring," kata Agussabti.
Baca juga: VIDEO Peneliti dari Unsyiah Tengggelamkan Terumbu Buatan di Pulau Amad Rhang manyang Aceh Besar
Siapa Puan?
Puan Maharani yang akan menjadi 'dies reader' USK kali ini merupakan putri dari Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri.
Lahir 6 September 1973, Puan mempunyai nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi.
Ia merupakan politisi PDI-P, partai peraih suara terbanyak pada Pemilu 2017 sehingga terpilih sebagai Ketua DPR RI.
Dalam kapasitas Ketua DPR RI inilah USK mengundang Puan Maharani untuk menyampaikan orasi ilmiah saat USK berusia 60 tahun.
Antara USK dengan keluarga besar Puan Maharani punya kaitan historisitas yang kuat.
Pada 2 September 1959, kakek Puan, yakni Ir Soekarno, datang ke Banda Aceh untuk meresmikan Kopelma Darussalam sekaligus meresmikan Fakultas Ekonomi Kutaradja (cikal bakal Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) yang saat itu masih dititip di USU Medan.
Kopelma Darussalam yang diresmikan Ir Soekarno itu kelak menjadi tempat berdirinya Universitas Syiah Kuala, IAIN (kini UIN) Ar-Raniry, dan STIK Tgk Chik Pante Kulu.
Saat berada di Darussalam Kutaradja (kini Banda Aceh), Presiden pertama Republik Indonesia itu juga menuliskan sarakata yang terkenal hingga kini: Tekad bulat melahirkan perbuatan yang njata. Darussalam menuju kepada pelaksanaan tjita-tjita.
Soekarno menuliskan sarakata tersebut pakai kapur di papan tulis, lalu dipindah dan dipahatkan di atas sepotong marmer (pualam).
Kini marmer yang berbentuk prasasti itu diletakkan di Tugu Darussalam.
Baik Universitas Syiah Kuala maupun UIN Ar-Raniry sama-sama menjadikan Tugu Darussalam tersebut sebagai unsur utama dalam lambang (logo) institusinya. (*)
Baca juga: VIDEO - Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng Sebut Kualitas Pendidikan di Aceh Rendah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rektor-unsyiah.jpg)