Breaking News:

Berita Abdya

Gawat! Diduga untuk Buat Beli Chip Domino, Tiga Pemuda Nekat Curi Tablet Milik Sekolah

Betapa tidak, dalih-dalih ingin meraup pundi-pundi rupiah dari bermain game, tiga pemuda ini ini, harus nekat mencuri tablet android

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nur Nihayati
Serambi Indonesia
Wakapolres Abdya, Kompol Muhayat Effendie SH MH saat memberikan keterangan pers terkait kasus pencurian tablet android milik sekolah, Senin (27/9/2021), di halaman Mapolres setempat. 

Betapa tidak, dalih-dalih ingin meraup pundi-pundi rupiah dari bermain game, tiga pemuda ini ini, harus nekat mencuri tablet android

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Nafsu besar tenaga kurang. 

Agaknya kata-kata itu layak untuk kita sematkan untuk HM (25), AR (24) dan AL (18).

Ketiga pria ini diduga pelaku pencurian yang berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) pada Kamis (16/9/2021) sore pukul 18.20 WIB di kawasan Kecamatan Blangpidie. 

Betapa tidak, dalih-dalih ingin meraup pundi-pundi rupiah dari bermain game, tiga pemuda ini ini, harus nekat mencuri tablet android milik sekolah SMAN 1 Abdya, untuk modal membeli chip.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Wakapolres, Kompol Muhayat Effendie saat menggelar konferensi pers, Senin (27/9/2021) siang mengatakan, kejadian pencurian tablet bewarna hitam itu terjadi beberapa bulan lalu atau tepatnya pada Selasa (9/3/2021) silam sekira pukul 03.00 WIB dini hari.

Aksi itu, lanjutnya, baru diketahui oleh pihak sekolah keesokan harinya, tepatnya saat salah seorang guru mengecek keberadaan tablet yang rencananya akan digunakan oleh siswa.

Baca juga: Gampong Alue Gandai Peudada Bireuen Gelar Sosialisasi Cegah Stunting

Baca juga: Dispar Aceh Tengah Latih 100 Pelaku Usaha Bidang Perhotelan dan Homestay

Baca juga: Gaet Daya Tarik Wisawatan, Kemenpraf Berbagi Trik Desain Desa Wisata

“Saat dicek, ternyata lemari tempat penyimpanan tablet sudah terbuka, dan sebanyak 11 unit tablet di dalam lemari pun hilang,” ujar Wakapolres, Kompol Muhayat Effendie SH MH. 

Atas kejadian itu, pihak sekolah pun melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Atas laporan itu, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan mendalam, dan melacak keberadaan ketiga pelaku yang tinggal tak jauh dari sekolah SMA Negeri 1 Abdya tersebut.

“Iya lumayan lama kita lakukan pendalaman, dan akhirnya berhasil kita ring uang,” ungkapnya.

Selain menangkap tiga pelaku, katanya, Satreskrim Polres Abdya juga berhasil mengamankan IS warga Susoh, yang tak lain merupakan penadah tablet tersebut.

Dari para pelaku, polisi mengamankan 7 unit tablet dan 9 unit charger. "Untuk 4 unit lagi masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," sebutnya.

Menurut Muhayat, cara mereka melancarkan aksinya, yaitu terlebih dahulu mencongkel jendela sekolah tersebut. Rencananya, hasil penjualan tablet itu untuk membeli chip domino game online. 

"Keterangan awal yang kita dapat dari pelaku kalau dalam aksinya itu, ingin membeli chip," tuturnya.

Atas perbuatan memalukan tersebut, para pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 9 tahun.

Untuk kejadian ini, Wakapolres Muhayat menghimbau, agar setiap sekolah tidak ditinggal dalam keadaan kosong, apalagi bagi sekolah yang ada barang atau alat-alat yang berharga. Kalau perlu ada penjaganya. 

"Masalah keamanan ini tanggung jawab kita bersama. Bahkan partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk ikut serta menjaga ketertiban dalam wilayahnya masing-masing," demikian tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved