Jumat, 24 April 2026

Internasional

Polandia Klaim Temukan Bukti Rencana Teror di Ponsel Migran

Pemerintah Polandia, Senin (27/9/2021) mengklaim menemukan bukti rencana teror di ponsel para migran.

Editor: M Nur Pakar
AP
Petugas patroli perbatasan Polandia menjaga sekelompok migran yang berusaha melintasi perbatasan antara Belarusia dan Polandia di dekat desa Usnarz Gorny, Jumat (20/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WARSAWA - Pemerintah Polandia, Senin (27/9/2021) mengklaim menemukan bukti rencana teror di ponsel para migran.

Menteri Malam Negeri Polandia, Mariusz Kaminski mengatakan materi terkait ekstremisme Islam ditemukan di telepon selular para migran yang melintasi dari Belarusia.

Dia menyerukan perpanjangan 60 hari untuk keadaan darurat di sepanjang perbatasan.

Dilansir AP, Senin (27/9/2021) negara anggota Uni Eropa mengumumkan keadaan darurat pada awal September 2021.

Karena ada lonjakan migrasi yang oleh pejabat Polandia dan Uni Eropa menyalahkan Belarus.

Baca juga: Migran Menghadapi Kondisi Mengerikan di Perbatasan Polandia-Belarusia

Tetapi pemerintah nasionalis Polandia telah menuai kritik dari kelompok-kelompok hak asasi manusia atas perlakuannya terhadap para migran.

Dimana, lima migra n di antaranya meninggal dunia di kawasan perbatasan.

"Situasinya sangat tegang dan saya akan mengajukan kepada Dewan Menteri untuk perpanjangan keadaan darurat selama 60 hari," kata Kaminski.

Selama briefing, pejabat Polandia menunjukkan materi yang mereka katakan adalah pesan teks dan gambar lain yang terkait dengan ekstremisme Islam.

Disebutkan, ditemukan di beberapa perangkat elektronik para migran.

Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi kebenaran pesan atau gambar tersebut.

Oposisi Polandia dan kelompok HAM menuduh partai sayap kanan nasionalis Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa di masa lalu memicu prasangka terhadap imigran.

Selama krisis migran 2015, pemimpin PiS mengatakan pengungsi dari Timur Tengah dapat membawa penyakit dan parasit ke Polandia.

Sebagian besar migran saat ini datang dari Irak, Afghanistan dan Afrika.

Baca juga: Polandia Kirim Tentara ke Perbatasan Belarusia, Cegah Jumlah Migran Melonjak

Pada Senin (27/9/2021), Kaminski mengatakan tidak berusaha menstigmatisasi para migran.

Tetapi menyajikan bukti yang telah ditemukan untuk menunjukkan beberapa migran yang melintasi perbatasan dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.

Dia mengatakan dinas keamanan Polandia telah menemukan kaitan dengan ekstremisme di 50 dari 200 migran yang diperiksa.

Polandia dan UE menuduh Belarusia mendorong para migran dari Irak, Afghanistan, dan negara-negara Afrika untuk menyeberangi perbatasan luar UE.

Dengan tujuan menekan blok tersebut atas sanksi yang dikenakan Brussel pada Minsk atas pelanggaran hak asasi.

Baca juga: 32 Warga Afghanistan Terjebak Antara Polandia dan Belarusia

Namun, Komisi Eropa dan kelompok hak asasi khawatir Polandia memaksa para migran di perbatasan kembali ke Belarus.

Itu menjadi tindakan melanggar hak untuk mencari suaka dan menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved