AS Terancam Gagal Bayar Utang ke China, Bagaimana dengan Indonesia?
Perusahaan jasa keuangan Moody's Analytics memperingatkan bahwa jika AS gagal membayar utang, negara tersebut terancam jatuh ke jurang resesi.
Meski begitu, dilansir dari The Sun, nyatanya memang sudah ada negara yang menunggak hutang dan dipaksa untuk menyerahkan kendali aset negaranya atau harus mengizinkan China untuk mempunyai pangkalan militer di negara tersebut.
Ada yang menyebutnya "diplomasi jebakan utang" atau "kolonialisme utang."
Mereka menawarkan pinjaman bagi negara-negara yang tidak mampu membayar, dan kemudian menuntut konsesi ketika mereka gagal.
Salah satu yang harus menanggung konsesi ini adalah Si Lanka.
Tahun 2017, Sri Lanka menyerahkan pelabuhan ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah China dengan sewa 99 tahun.
Sebelumnya, China diketahui membiayai proyek pelabuhan Hambantota yang terletak di pantai Selatan Sri Lanka melalui bantuan utang sebesar US$ 1,5 miliar.
Bantuan tersebut diberikan pada tahun 2010.
Namun, pada 2017 Sri Lanka harus merelakan pelabuhan tersebut kepada China karena tidak mampu membayar utangnya.
Diplomasi jebakan utang ini bahkan telah meluas hingga ke Pasifik.
(*)
Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul AS Terancam Gagal Bayar Utang ke China Rp 400.000 Triliun, Bagaimana dengan Indonesia hingga Muncul Kabar China Akan Ambil Pulau Kalimantan?
Baca juga: Diduga Terlibat Aniaya Wanita Muda, Seorang Warga Kupula, Laweueng Diciduk Polisi
Baca juga: AS Nunggak Utang Rp 400.000 Triliun, Negeri Paman Sam Terancam Resesi Jika Gagal Bayar
Baca juga: Pensiunan Polisi Terjaring Razia saat Jadi Manusia Silver, Terpaksa Melakukan Demi Menyambung Hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-china-xi-jinping-di-balai-besar-rakyat.jpg)