Senin, 13 April 2026

Berita Kutaraja

Cegah Rabies, Disnak Aceh Vaksin Ratusan Hewan Peliharaan, Didomninasi oleh Kucing

Dinas Peternakan (Disnak) Aceh membuka vaksinasi rabies massal secara gratis selama dua hari, 27-28 September, di Klinik Hawan Disnak Aceh.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Seorang dokter hewan di Klinik Hewan Dinas Peternakan Aceh menyuntik vaksin ke seekor kucing milik warga, dalam kegiatan vaksinasi rabies massal, Selasa (28/9/2021). Vaksinasi itu untuk menghindari rabies pada hewan peliharaan yang juga dapat membahayakan manusia. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Peternakan (Disnak) Aceh membuka vaksinasi rabies massal secara gratis selama dua hari, 27-28 September, di Klinik Hawan Disnak Aceh.

Hingga, Selasa (28/9/2021) sore, terdapat seratusan hewan peliharaan yang divaksin.

Pantauan Serambinews.com hampir semua hewan peliharaan yang dibawa ke klinik hewan untuk divaksin itu adalah kucing, meskipun vaksinasi juga dibuka untuk hewan jenis anjing dan kera.

Para pemilik hewan kesayangan itu berbondong-bondong ke klinik sambil membawa hewan peliharaan mereka.

Setelah melakukan registrasi, hewan peliharaan itu disuntik oleh dokter hewan di klinik tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi M.Si melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner, drh Ruhaty mengatakan, vaksinasi rabies itu untuk menjaga kesehatan hewan-hewan kesayangan atau hewan peliharaan.

Baca juga: Cegah Penularan Rabies ke Manusia di Aceh Singkil, Ratusan Anjing Divaksin

Melalui kegiatan itu, juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaannya.

Menurutnya, dalam kegiatan dua hari itu, pihaknya membuka vaksinasi untuk hewan jenis kucing, kera dan anjing.

Namun, warga banyak datang membawa kucing yang selama ini memang sedang sangat diminati oleh masyarakat untuk dipelihara.

“Sasaran vaksinasi kali ini adalah hewan kesayangan yaitu anjing, kucing, dan kera. Tapi hingga hari ini dominannya kucing, tapi dalam kegiatan sebelumnya ada juga yang membawa anjing,” ujarnya.

Kata Ruhaty, selama ini angka rabies di Aceh memang tidak tinggi, namun kasus itu masih ada.

Menurutnya, kasus rabies cenderung muncul di beberapa kabupaten di wilayah tengah.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Digigit Anjing Rabies? Ini Penanganan Pertama Sebelum ke RS 

“Kalau di Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Bener Meriah, tingkat terjangkit pada hewannya itu tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Disnak Aceh selama ini rutin turun ke semua kabupaten/kota, untuk melakukan vaksinasi rabies. Program jemput bola itu dilakukan untuk menghindari penyakit rabies di hewan.

Untuk diketahui, Setiap tahunnya rabies membunuh 70.000 jiwa manusia di seluruh dunia.

Kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak terutama di negara berkembang.

Sehingga lebih dari 3 miliar penduduk dunia akan mengalami ancaman risiko tertular rabies  di lebih dari 100 negara.

Lebih dari 95% kasus kejadian rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing terinfeksi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved