Breaking News:

Polisi Tangkap Pembunuh Nek Dahniar

Aparat Kepolisian Polres Aceh Barat berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Dahniar (65), warga Kompleks

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Polisi menggiring tersangka pembunuh Nek Dahniar untuk dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Barat, Senin (27/9/2021). 

MEULABOH - Aparat Kepolisian Polres Aceh Barat berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Dahniar (65), warga Kompleks Perumahan Budha Tzuci, Kecamatan Meureubo.

Kini, satu orang tersangka pembunuhan tersebut telah diamankan Polres Aceh Barat bersama dengan sejumlah barang bukti.

Tersangka yang diamankan itu atas nama Zulkifli (35), warga Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Dia  menghabisi korban dengan menggorok leher korban pada 2 Agustus 2021 sekitar pukul 23.00 WIB di dalam kios milik korban.

"Tersangka ditangkap oleh petugas Sat Reskrim Polres Aceh Barat pada Rabu 15 September 2021," kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda dalam konferensi pers di Mapolres di Meulaboh, Senin (27/9/2021).

Kasus ini berawal dari cekcok mulut antara korban dengan pelaku yang hendak meminjam uang pada korban sebanyak Rp 3 juta untuk menutup cicilan kredit yang menunggak selama 2 bulan. Menurut polisi, saat itu korban tidak bersedia memberikan pinjaman kepada tersangka.

Polisi menyebutkan, tersangka pada malam itu dua kali mendatangi rumah korban. Pertama, pada pukul 21.00 WIB. Namun, karena ada orang lain di tempat sang nenek, ia langsung pulang setelah mengobrol sebentar. Sekitar pukul 23.00 WIB tersangka mendatangi lagi rumah korban.

Saat tersangka datang menjelang tengah malam itu, akhirnya tersangka mengutarakan niatnya untuk meminjam uang. Namun, kata tersangka kepada polisi, sang nenek mengeluarkan  kata-kata yang menyakiti hatinya. Saat itu juga dia menutup mulut korban dengan tangan. Karena korban melawan,  akhirnya digorok dengan Pisau Cutter. 

Setelah korban dibunuh,  pelaku mengambil emas perhiasan yang ada pada tangan korban sebanyak 8 mayam emas, lalu melarikan diri.

Kasus pembunuhan itu diketahui oleh warga setempat pada pagi harinya, sementara tersangka lari untuk  menghilangkan jejak agar tidak diketahui aksi jahatnya.

Sejumlah barang bukti yang didapatkan dalam kasus ini berupa 1 buah gelang emas 8 mayam, 1 pisau cutter, 1 unit sepeda motor, sepasang sepatu dan pakaian tersangka saat melakukan aksi kejahatan di kompleks perumahan tersebut.

Dikatakan Kapolres, akibat perbuatan tersebut, tersangka akan dikenakan pasal 338 dan atau pasal 363 ayat 1 Ke 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, tersangka Zulkifli yang diwawancarai wartawan menyampaikan, dia nekat melakukan pembunuhan tersebut karena merasa sakit hati kepada korban yang menolak memberikan uang yang diminta sebesar Rp 3 juta. "Saya minta maaf, karena saya sakit hati, sehingga menghabisinya," kata Zulkifli yang mengenakan seragam tahanan Polres Aceh Barat.

Dalam konferensi pers yang berlangsung secara protkes tersebut, turut dihadiri Wakapolres Aceh Barat, Kasat Reskrim, Kasubag Humas, serta sejumlah anggota Sat Reskrim di jajaran Polres di Meulaboh.(c45)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved