Breaking News:

Berita Gayo Lues

Wabup Gayo Lues Said Sani Sampaikan Nota Raqan APBK-P

Penyesuaian pendapatan dilakukan untuk menyesuaikan peningkatan target Pendapatan Asli Daerah terutama yang bersumber dari penerimaan kapasitas JKN.

Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Wabup Galus Said Sani sampaikan nota keuangan kepada anggota DPRK Galus dalam sidang paripurna di gedung dewan tersebut, Senin (28/9/2021) 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Wakil Bupati Gayo Lues (Galus), Said Sani sampaikan nota rancangan qanun (Raqan) tentang Perubahan Anggaran dan Pendapatan Belanja Kabupaten (P-APBK) tahun 2021, hal itu disampaikan dalam rapat sidang paripurna DPRK Galus yang dipimpin oleh Ketua DPRK, H Ali Husin dan didampingi wakil ketua serta Wakil Bupati (Wabup) berlangsung  di ruang sidang DPRK tersebut.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, sidang paripurna APBK-P tersebut dibuka dan dimulai sejak Senin (27/9/2021) kemarin dan masih berlangsung hingga Selasa (28/9/2021).

Dalam sidang paripurna tersebut diawali sebelumnya dengan penyampaian nota keuangan dari Pemkab Galus kepada anggota DPRK tersebut, disampaikan langsung oleh Wabup Galus Said Sani.

Wabup Galus, Said Sani dalam penyampaian nota keuangan tersebut mengatakan, sidang paripurna pada masa sidang ke-III tahun 2021, merupakan untuk membahas rancangan qanun Kabupaten Galus tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (P-APBK) tahun anggaran untuk dievaluasi.

"Pembahasan tersebut, untuk disempurnakan dan dimaknai secara arif serta bijaksana dalam rangka percepatan proses perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di kabupaten itu,"sebutnya.

Wabup mengatakan, P-APBK anggaran 2021 dilakukan untuk menyesuaikan kembali asumsi-asumsi yang tidak sesuai dengan perencanaan awal dan kebijakan umum anggaran, baik secara asumsi makro dan target pendapatan maupun belanja dan pembiayaan yang sedang dilaksanakan, sehingga pendanaan dan pelaksanaan program kegiatan dalam rangka pembangunan dapat dicapai sasaran yang diharapkan.

Dikatakan, penyesuaian belanja diantaranya dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya dengan melakukan realokasi dan refocusing sekitar delapan persen anggaran kegiatan yang bersumber dari DAU.

Selain itu penyesuaian dengan petunjuk teknis dan penyesuaian anggaran program atau kegiatan dalam rangka untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan program dengan melakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar program dan antar kegiatan dengan rincian objek belanja.

"Penyesuaian pendapatan dilakukan untuk menyesuaikan peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama yang bersumber dari penerimaan kapasitas JKN, kemudian penyesuaian pendapatan transfer yang bersumber dari Pendapatan Bagi Hasil Pajak Rokok dan Pendapatan Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH-CHT)," sebutnya.(*)

Baca juga: Terkait Insiden di PPI Ujung Serangga, Ketua NU Abdya Minta Warga tak Takut Divaksin, Ini Alasannya

Baca juga: Fraksi Partai Aceh Tolak Pembebasan Lahan untuk RSUD di Siron

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved