Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Minta Dunia Bertanggungjawab Atas Pelanggaran Program Nuklir Iran

Kerajaan Arab Saudi meminta masyarakat internasional bertanggungjawab atas pelanggaran Iran atas program nuklir.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB pada Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir di New York, AS. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi meminta masyarakat internasional bertanggungjawab atas pelanggaran Iran atas program nuklir.

Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan menyerukan untuk menekan Teheran atas eskalasi kegiatan nuklirnya.

Dilansir ArabNews, Iran telah melakukan penelitian dan pengembangan, yang bertentangan dengan klaim rezim bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.

Dia menyampaikan itu saat berbicara di Majelis Umum PBB pada Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir, Rabu (29/9/2021).

Dia mengatakan kepada delegasi di New York, Arab Saudi mendukung upaya internasional untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam jangka pendek dan panjang.

Baca juga: Iran Tolak Tuntutan AS, Inspektur PBB Awasi Situs Nuklir

Dikatakan, dunia harus mencegah penggunaan energi nuklir secara damai untuk tujuan militer.

“Membangun perdamaian dan keamanan internasional tidak dicapai dengan memiliki senjata pemusnah massal," kata Pangeran Faisal.

Dia menyatakan harus melalui kerjasama antar negara untuk mencapai pembangunan dan kemajuan.

Pangeran Faisal mengatakan Arab Saudi menyerukan penghapusan semua senjata nuklir.

Dia menambahkan terlepas dari konsensus internasional dan keinginan regional untuk membangun Timur Tengah yang bebas dari senjata pemusnah massal.

Baca juga: Perdana Menteri Israel Sebut Iran Telah Melewati Garis Merah Nuklir

“Sayangnya Israel masih menolak menyetujui Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)," kata Pangeran Faisal.

Disebutkan, fasilitas nuklir Israel berkedok sebagai sistem perlindungan komprehensif dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Padahal, katanya, jelas-jelas Israel juga telah melakukan pelanggaran terhadap resolusi internasional.

Pangeran Faisal mengatakan Kerajaan bekerjasama dengan komunitas internasional dan Kuwait.

Dimana, Kuwait akan menjadi tuan rumah konferensi ke-10 untuk meninjau NPT yang diusulkan pada Januari 2022.(*)

Baca juga: Arab Saudi Dukung Upaya Internasional Cegah Iran Peroleh Senjata Nuklir

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved